Efek Radiasi dan Debu Meja Goyang Sebabkan Kanker dan Rusaknya DNA

oleh -
Efek Radiasi dan Debu Meja Goyang Sebabkan Kanker dan Rusaknya DNA

Penulis: her | Editor: sue

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), serta tidak mengukur atau memperhatikan waktu saat beraktivitas di Meja Goyang Timah, berpotensi menyebabkan kerusakan pada DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) yang tidak bisa diperbaiki.

Karena, saat memisahkan timah dengan unsur mineral lainnya di Meja Goyang, memiliki kandungan efek radiasi dan radioaktivitas.

Bahkan, ada yang lebih berbahaya lagi dari rusaknya DNA, yakni jika debu yang bertebaran dari aktivitas Meja Goyang itu terhisap serta masuk ke dalam tubuh akan beresiko kanker.

Keterangan di atas sebagaimana disampaikan Plt. Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Timur, Zulfikar Arrlianda, ST, M.Si, Selasa (26/7/2022).

Lebih lanjut Zulfikar menjelaskan, dampak aktivitas Meja Goyang bagi kesehatan merupakan hasil penelitian Dr. Dadong Iskandar, M. Eng bersama tim, dari Pusat Riset dan Teknologi Limbah Radioaktif, Organisasi Riset Teknologi Nuklir, pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada beberapa Warung Meja Goyang yang terdapat di Belitung Timur.

Dari penelitian itu, lanjut Zulfikar, hasilnya telah dipaparkan oleh BRIN kepada Bupati Belitung Timur, Burhanudin, melalui rapat koordinasi pengendalian dampak limbah TENORM di Kabupaten Belitung Timur pada 2 Desember 2021 lalu.

Ia mengungkapkan, penyakit yang disebabkan karena beraktivitas di Meja Goyang memang tidak serta-merta langsung dirasakan. Namun gejalanya akan muncul atau terasa setelah beberapa tahun kemudian.

“Kalau sifat radioaktivitas itu dampaknya ada dua, deterministik dengan stokastik. Kalau deterministik itu, dia sudah masuk ranah DNA yang tidak dapat diperbaiki. Kemudian yang stokastik itu masih bisa memperbaiki cuman paparannya lebih kecil. Jadi tubuh kita masih bisa regenerasi sel,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menambahkan, bahwasannya tidak sedikit pengusaha Meja Goyang di Belitung Timur yang tidak memiliki izin dalam tiga atau empat Tahun terakhir. Bahkan, menurut Zulfikas lokasinya pun berada dekat dengan pemukiman penduduk dan warung makan.

“Tahun kemarin sudah diawali dengan sosialisasi, kita panggil perangkat desa, kecamatan dan Puskesmas. Sulitnya masyarakat kalau didekati saat kita sosialisasi, langsung ada yang minta ditunjukkan buktinya dan mereka bilang juga belum merasakan sakit,” kata Zulfikar.

Baca Juga:  Hingga Kini Jumlah Kasus Positif Covid-19 Belitung Selesai Karantina 18 Orang

Sementara itu, guna mencegah dan mengantisipasi penyakit-penyakit bagi pekerja dan pengguna jasa Meja Goyang, BRIN telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah untuk peningkatan sistem proteksi radiasi di Warung Meja Goyang.

Diantaranya menggunakan APD yakni masker bagi pekerja untuk mengurangi bahaya radiasi internal, menjauhkan radius hasil pemisahan dari Meja Goyang dan mengurangi jam kerja.

Selain itu, BRIN juga menyarankan agar memberikan jarak yang cukup jauh bagi pelanggan atau masyarakat dari Meja Goyang. Mereka juga menyarankan kepada pihak terkait untuk tak bosan-bosannya mensosialisasikan bahaya radiasi bagi kesehatan kepada pekerja dan masyarakat.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.