Duh Moleknya, Tarian Sepen Penyok Goyang Cak Ding Ding di Gusong Cine

by -
Duh Moleknya, Tarian Sepen Penyok Goyang Cak Ding Ding di Gusong Cine (2)

GANTUNG, JABEJABE.co – Potensi wisata budaya harus dilestarikan terutama oleh generasi mudanya. Oleh karena itu para penggiat, maestro dan pecinta budaya yang tergabung didalam sanggar-sanggar bekerja keras dalam pelestarian seni budaya di Belitung Timur.

Berangkat dari keinginan dan kecintaan akan seni budaya lokal, Sanggar Kembang Kundor terlihat tampil dengan kostum tetarian diringi oleh alat musik gambus di Pantai Gusong Cine Desa Penyok Kecamatan Gantung – Belitung Timur. Ups, ternyata penampilan nan molek ini ternyata hanya sesi latihan.

Di Pantai Gusong Cine terdapat perkampungan nelayan lokal, perkampungan tersebut berada ± 10 km dari perkampungan induknya Desa Penyok.

Tari Sepen Penyok masuk ke Pulau Belitong dibawa oleh Datuk Bakri, kemudian dilanjutkan oleh anaknya sendiri yang bernama Abdul Hamid. Mereka berasal dari Pontianak dengan tempat awal penyebarannya di Desa Buding (dahulu Ngabehi Istana Yudha).

Tari Sepen Penyok tercipta atau hadir di Pulau Belitong setelah Agama Islam masuk. Biasanya tarian ini ditarikan oleh muda-mudi diiringi oleh musik melayu yang gerakannya sangat lincah.

Tarian ini merupakan tarian penyambutan yang dipersembahkan kepada tamu yang berkunjung. Tahun 2016, Sepen Penyok ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Jenderal Kebudayaan Warisan dan Diplomasi Budaya.

Diharapkan potensi wisata budaya berkontribusi besar dalam pembangunan sektor pariwisata di Belitung Timur.

English Version:

Sepen Penyok Dance is one of the local art and culture potential from East Belitung Regency. Culture and art potential has a great thing for forward developing in tourism sector, that’s way it must be able to preserve.

In 2016, Sepen Penyok was recognized as intangible cultural heritage by the Ministry of Education and Cultural of Republic of Indonesia.

Keep on obey regulation healthy protocol for avoided the spread COVID 19, the tourists can explore East Belitung.

Sumber: Disbudpar Beltim
Editor: sue