Dugaan Isu Sara, Anggota DPRD Belitung Minta Usut Tuntas Postingan Singgung Mualaf

by -
Dugaan Isu Sara, Anggota DPRD Belitung Minta Usut Tuntas Postingan Singgung Mualaf (1)
Ilustrasi (net).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Beberapa anggota DPRD Kabupaten Belitung bersuara dan soroti atas postingan di media sosial (Medsos) Facebook yang menyinggung mualaf, Selasa (25/8/2020).

Reaksi beberapa anggota DPRD ini lantaran salah satu rekan mereka yakni Fendi Haryono yang memang sudah melaporkan pemilik akun Facebook berinisial RS atas dugaan pencemaran nama baik dan dugaan penistaan agama di Polda Babel.

Atas postingan dari akun berinisial RS ini, beberapa anggota dewan menyayangkan sikap dari RS yang mana menurut mereka pemilik akun tersebut merupakan seorang Ketua di salah satu Partai di Belitung.

“Saya sebagai orang politik sangat menyayangkan ketika ada pemimpin partai politik yang membuat status seperti itu. Karena sebagai ketua partai yakni RS tadi tentunya banyak memiliki pengikut banyak orang di bawahnya dan dia menjadi panutan, seharusnya setiap perkataan itu tidak seenaknya dilontarkan,” kata Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono, Selasa (25/8/2020).

Apalagi, katanya, ini menyangkut unsur agama atau sara yang bisa berakibat membuat ketidaknyamanan dan kegaduhan.

“Dan saya sebagai muslim wajib membela muslim yang lainnya,” kata pria yang akrab disapa Een ini.

Hal senada juga dikatakan Suherman. Politisi Partai Gerindra ini sangat menyayangkan atas postingan dari akun RS ini. Menurutnya postingan tersebut sudah menyinggung keyakinan dan berbau sara.

“Karena ini sudah masuk ke penegak hukum, kami harapkan untuk penegak hukum mengungkap apa motivasi di balik postingan status akun RS ini di medsos,” sebutnya.

Ditegaskannya jangan sampai hanya gara-gara oknum tersebut ada perpecahan di Belitung yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

“Mungkin motif politik yang dikedepankan dalam hal ini. Apalagi saudara kami ini juga merupakan pimpinan salah satu partai,” bebernya.

Tidak hanya itu, Anggota DPRD dari partai Islam yakni PPP, Amiruddin juga ikut menyuarakan agar pihak penegak hukum mengusut tuntas hal ini.

Menurutnya, Belitung dalam keadaan sangat kondusif, sehingga tulisan-tulisan di medsos yang kiranya dapat membuat perpecahan masyarakat Belitung harusnya tidak dituliskan.

“Dan untuk kasus ini jika memang melanggar hukum, saya berharap benar-benar harus diusut tuntas. Jangan sampai adanya kasus ini jika tidak diusut tuntas maka akan ada kasus berikutnya, jadikan pembelajaran siapa pun juga agar tidak sembarangan menulis apalagi masalah sara ini,” tegasnya.

Di pihak lain, Ketua Fraksi Granad DPRD Kabupaten Belitung, Syukri Gumay juga ikut serta dalam menyuarakan dan minta pihak kepolisian untuk mengusut ini.

“Karena kita ini Kebhinnekaan, karena itu harusnya dijaga norma-normanya. Jangan menzolimi yang belum jelas. Saya sangat menyesalkan sekali, apalagi Fendi Haryono ini merupakan wakil rakyat sama dengan saya,” katanya.

“Dengan adanya kasus ini polisi harus mengusut tuntas, ada apa gitu kan? Kenapa orang itu (akun RS) gitu kan?,” tambah Gumay.

Reporter: Faizal
Editor: sue