Dua ODS Berkeliaran, Warga Mempaya Minta dipulangkan ke Tempat Asal

oleh -
Dua ODS Berkeliaran, Warga Mempaya Minta dipulangkan ke Tempat Asal
Dua pendatang di Desa Mempaya saat diberi arahan oleh Kades Desa Mempaya, Syafrudin Usman bersama-sama dengan Babinsa Desa Mempaya Serda Ramdoni dan Bhabinkamtibmas Mempaya Brigadir Nendra, Jumat malam (10/4/2020). Foto: JabejabeNews/sue.

DAMAR, JABEJABE.co – Dua orang pendatang asal Palembang yang bekerja dalam proyek Embung Konservasi Kulong Mempayak mengundang kekhawatiran warga Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Pasalnya, dua laki-laki berinisial IW (28) dan ZA tersebut baru saja datang dari area sekitaran Zona Merah, yakni Palembang, Kamis (9/4/2020).

Emosi warga semakin memuncak, saat tiba di Posko Covid-19 Desa Mempaya, IW dan ZA tidak menggunakan masker dan melepas gelang orange yang sebelumnya disematkan di tangan keduanya saat tiba di Bandara H.AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan.

Warga resah, karena pada hari kedua tiba di Pulau Belitung, Jumat (10/4/2020), dua pendatang yang seharusnya berstatus Orang Dalam Swaisolasi (ODS) tersebut sempat berkeliaran di Tanjungpandan dan Manggar.

Mengetahui hal ini, Kades Desa Mempaya, Syafrudin Usman bersama-sama dengan Babinsa Desa Mempaya Serda Ramdoni dan Bhabinkamtibmas Mempaya Brigadir Nendra, langsung memanggil dua ODS tersebut dan mengarahkan keduanya untuk dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Damar.

“Jadi saya sudah berkomunikasi dengan Sekda Beltim Selaku Ketua Gugus Penanganan Covid-19. Beliau menyarankan agar keduanya diperiksa di Puskesmas Damar,” ujarnya.

Selanjutnya Kades Mempaya yang didampingi perangkat desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtimbas mengiringi kedua ODS tersebut ke Puskesmas Damar.

Namun sesampainya di Puskesmas Damar, pihak medis kemudian menyarankan agar dua ODS tersebut tidak perlu diperiksa, karena sesuai standard operasional procedure, mereka yang tanpa gejala disarankan untuk diisolasi selama 14 hari di rumah.

“Mereka kan sudah dilakukan cek suhu tubuh dengan thermogun di bandara, jadi tak perlu lagi dilakukan (cek suhu tubuh) di puskesmas,” ujar dr. Hendra.

Oleh karenanya, dr Hendra menyarankan agar keduanya dikembalikan dan dilakukan isolasi di rumah saja.

Baca Juga:  Apresiasi JPJR Beltim, Beliadi Puji Komitmen Evi Nardi Majukan Wisata Beltim

“Kalau memang dalam masa isolasi ada gejala batuk, flu, dan sesak nafas, baru diperiksa di puskesmas,” terangnya.

Melihat situasi ini, Warga Mempaya yang berada di Posko Covid-19 Desa Mempaya tidak mampu menahan diri dan meminta keduanya agar pulang kembali ke tempat asal paling lambat hari Minggu (12/4/2020).

Keputusan ini diambil Kades beserta warga Mempaya karena mereka tidak bisa menjaga yang bersangkutan selama 14 hari masa isolasi. (jb02)

 

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *