Dua Kakak Beradik Jadi Korban Terkaman Buaya di Sungai Manggar

oleh -
Dua Kakak Beradik Jadi Korban Terkaman Buaya di Sungai Manggar (1)
Tim Gabungan saat sedang melakukan evakuasi terhadap Sudianto (51) korban terkaman buaya di Sungai Manggar, Kamis (1/4/2021). Foto: Ist. Basarnas Kep. Belitung.

MANGGAR, JABEJABE.co – Delapan bulan lalu, tepatnya tanggal 9 Agustus 2020, peristiwa serupa juga terjadi di Sungai Manggar Belitung Timur. Korban terkaman buaya pada saat itu adalah Saad (49), yang merupakan adik sebapak dari Sudianto (51) korban terkaman buaya hari ini, Kamis (1/4/2021).

Hal serupa juga dilakukan Saad, yang mana pada waktu ia diterkam buaya, juga sedang mencuci pasir biji timah. Namun, posisi Saad ketika diterkam buaya lebih ke hulu, atau sekira 200 meter dari posisi di mana kakaknya Toto menjadi korban selanjutnya.

“Baru sebulan pindah ngelimbang ke daerah ini, karena saya pikir waktunya sudah lama,” kata Sofiyan, kakak kandung Sudianto.

Selaku kakak, Sofiyan tak habis pikir kedua adiknya meninggal dunia diterkam buaya di area sungai yang sama.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang warga Gang Semutok Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar Belitung Timur (Beltim) diterkam buaya saat sedang mendulang pasir timah di area Sungai Manggar wilayah Desa Lalang Jaya, Kamis (1/4/2021) sekitar pukul 10.40 WIB.

Kejadian ini tak pelak menghebohkan warga, bahkan banyak pengguna jalan ikut menyaksikan dari Jembatan Sungai Manggar.

Berdasarkan informasi yang dirangkum jabejabe.co di lapangan, korban bernama Sudianto (51) berangkat mendulang timah sekitar pukul 09.30 WIB ke arah Sungai Manggar.

Toto, sapaan akrab Sudianto tak mendulang timah sendiri. Di tempat ia mendulang timah tersebut, juga ada abangnya Sofiyan (55) yang juga berprofesi sebagai pendulang timah.

Menurut Sofiyan, saat itu dirinya tengah membembam (memanggang) menggale (ubi akar) di pondok tepi sungai. Selain itu, Sofiyan juga memperbaiki pondok tersebut yang memang sudah rusak. Adapun posisi pondok dan tepi sungai tak lebih dari 10 meter.

“Waktu itu Toto sedang bersihkan tailing (Biji timah yang masih banyak mengandung pasir) yang diambil kemarin dua kali limbangan (dulangan) di tepi sungai. Posisi Toto waktu itu ngembelakang’ek aik (Membelakangi air/ menghadap ke darat),” kata Sofiyan.

Tak lama kemudian, Sofiyan mendengar suara Toto berteriak. “Awww tulong tulong,” ujar Sofiyan Menirukan, “Kejadiannya sekitar pukul 10.40 WIB.”

Sempat Terseret 500 Meter dan Ada Tembakan

Usai diterkam buaya, menurut Sofiyan adiknya tersebut tenggelam sebentar beberapa meter. Selanjutnya, Toto terlihat diseret sejauh 500 meter ke arah Jembatan Sungai Manggar.

Beberapa waktu kemudian, melihat posisi buaya yang berada di permukaan, seseorang menembak ke arah buaya yang tengah menyeret mayat Toto.

Sementara itu, saat mendapat informasi ada korban diterkam buaya, Tim Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kepulauan Belitung dan BPBD Beltim melakukan pencarian terhadap korban.

Menurut pantauan media ini di lapangan, terhitung sejak perahu karet tim gabungan turun ke sungai pada pukul 13.02 WIB, kemudian pada pukul 13.40 WIB korban berhasil ditemukan.

Allahuakbar… Allahuakbar,” demikian teriakan warga saat mayat Toto diangkat ke perahu karet.

Usai ditemukan, jenazah almarhum Toto segera dibawa ke RSUD Beltim guna dilakukan Visum et Repertum.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *