Diundang Bupati Sanem, Kajati Babel Beri Pemahaman Tindak Koruptif ke Seluruh Pegawai

oleh -
Diundang Bupati Sanem, Kajati Babel Beri Pemahaman Tindak Koruptif ke Seluruh Pegawai
Kajati Babel, Ranu Mihardja, SH, M.Hum, didampingi Bupati Belitung, Sahani Saleh, saat diwawancarai wartawan, Selasa (3/3/2020).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kajati Babel) Ranu Mihardja, SH, M.Hum memberikan pencerahan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, instansi vertikal Kabupaten Belitung, BUMN dan BUMD, terkait pencegahan tindak pidana korupsi.

Kegiatan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Belitung Tahun 2020 ini, juga dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Ketua DPRD Belitung Ansori, Sekda Kabupaten Belitung Mz Hendra Caya, Kajari Belitung Ali Nurudin, SH, MH, Kadispers Lanud H AS Hanandjoeddin Mayor Adm A Wahyudi dan Danramil 414-01/Tanjungpandan Mayor Arm Frengki Tri W.

“Saya diundang oleh Pak Bupati untuk memberikan pencerahan kepada seluruh pegawai yang ada di pemerintah daerah termasuk juga kepada instansi vertikal, BUMN dan BUMD untuk menyampaikan pemahaman terkait korupsi. Kenapa harus disampaikan Korupsi? Karena untuk melakukan pencegahan korupsi itu harus tahu dulu korupsinya apa,” kata Kajati Babel, di Ruang Sidang Pemkab Belitung, Selasa (3/3/2020) sore.

Menurut Mantan Direktur Penuntutan dan Deputi Pengawas Internal KPK RI ini, Korupsi terbagi beberapa unsur. Diantaranya, merugikan keuangan negara, suap menyuap, pemerasan dalam jabatan, benturan kepentingan, perbuatan curang, gratifikasi dan tindak pidana yang berkaitan dengan korupsi itu sendiri.

Lantas, perbuatan koruptif itu sendiri disebabkan oleh tiga faktor. Yakni kelemahan sistem, faktor individu dan faktor lingkungan.

“Kalau sudah tahu, misalnya oh ternyata perbuatan ini Korupsi, dia akan menghindar dari perbuatan-perbuatan yang mengarah ke perbuatan korupsi,” ujarnya.

Dengan adanya pencerahan pencegahan tindak pidana korupsi ini, Ranu Mihardja berharap agar di pemerintah Kabupaten Belitung tidak terjadi perbuatan-perbuatan yang mengarah ke perbuatan korupsi.

“Setidaknya (dari pencerahan ini) meminimalisir. Karena kalau untuk bebas dari korupsi itu agak sulit. Jadi meminimalisir, yang tadinya kan tidak paham kalau begini itu korupsi,” tandasnya. (fg6)

Baca Juga:  Dua Tahun Berturut-Turut PT Timah Tbk Raih Proper Hijau 2020

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *