Perempuan Ini Ditipu Saat Beli Tanah Kavling di Jalan Johan Air Saga, Ini Modus pelaku

oleh -
Perempuan Ini Ditipu Saat Beli Tanah Kavling di Jalan Johan Air Saga, Ini Modus pelaku
Kolase: Kiri - Ilustrasi tanah kavling (Source: mediarumahdijual.wordpress.com). Kanan - Pelaku FSM yang diduga melakukan tindak pidana penipuan. Foto: Istimewa/ Polres Belitung.

Modus Pelaku, APH Akan Diserahkan Satu Bulan Setelah Transaksi

BELITUNG, JABEJABE.co – Seorang perempuan kelahiran Belitung yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jakarta, ditipu saat membeli tanah kavling di Jalan Johan Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Korban, dalam hal ini selaku pelapor diketahui bernama Sri Suryanovi (57), merupakan warga yang berdomisili di Kelurahan Lenteng Agung Kecamatan Jaga Kasa, Jakarta Selatan. Sementara itu terlapor atau pelaku dugaan tindak pidana penipuan merupakan seorang laki-laki usia 41 tahun dengan inisial FSM.

Kronologi kasus dugaan penipuan ini berawal pada tanggal 15 Juli 2020, saat itu pelapor membeli dua bidang tanah kavling di Jalan Johan Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

“Tanah tersebut milik CV. Belitung Central Property (CV. BCP) itu dibeli seharga Rp 30 juta melalui terlapor (FSM) yang merupakan manager di perusahaan tersebut. Uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama Hernawati,” ujar Kasat Reskrim Polres Belitung, Iptu Edi Purwanto.

Kepada pelapor, lanjut Iptu Edi, terlapor menjanjikan APH (Akta Pelepasan Hak) bisa diserahkan ke pelapor dalam waktu satu bulan setelah transaksi pembelian.

“Setelah satu bulan, pelapor menghubungi pihak CV. BCP, namun terlapor belum bisa menyerahkan APH tanah milik korban dengan alasan masih ada dua kapling tanah milik CV. BCP yang belum terjual sehingga belum bisa memproses APH tersebut,” beber Iptu Edi.

Lalu, terlapor FSM juga memberikan informasi kepada pelapor bahwa tanah satu kavling sudah terjual kembali.

“Pada tanggal 19 Agustus 2020 pelapor membantu untuk menghabiskan kavlingan tersebut dengan membeli kembali sisa satu kavling milik CV. BCP dengan harga Rp 8 juta,” jelasnya.

Seperti sebelumnya, terlapor menjanjikan kembali bahwa APH tanah kavling milik pelapor akan diserahkan satu bulan setelah pembelian kavlingan yang terakhir. Namun demikian, sampai saat ini pelapor belum menerima APH pembelian tanah tersebut.

Kronologi Penangkapan Terlapor

Kronologi penangkapan terlapor dilakukan pada Sabtu (30/10/2021) sekira pukul 17.00 WIB oleh Unit Idik I Tipidum Sat Reskrim.

Penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B-03/I/2021/Babel/Res Belitung, Tanggal 9 Januari 2021.

Menurut Iptu Edi, penangkapan bermula dari hasil penyelidikan Unit Idik I Tipidum Sat Reskrim di lapangan.

“Awalnya Unit Idik I Tipidum Sat Reskrim mendapatkan informasi dari masyarakat dan mendapatkan identitas pelaku,” kata Iptu Edi.

Dari informasi tersebut, imbuhnya, Unit Idik I Tipidum Sat Reskrim langsung menuju ke lokasi.

“Ketika tiba, pelaku saat itu sedang memarkirkan kendaraan yang dirental oleh pelaku, kemudian Unit Idik I Tipidum Sat Reskrim langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ungkap Iptu Edi.

Dari penangkapan tersebut, Unit Idik I Tipidum Sat Reskrim langsung melakukan interogasi terkait pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan.

“Pelaku langsung mengakui perbuatannya yang mana ia melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan tersebut seorang diri,” tutur Iptu Edi, seraya menambahkan, saat ini pelaku FSM sudah diamankan ke Polres Belitung guna penyidikan lebih lanjut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *