Disdik Babel Ujicoba Belajar Tatap Muka di Kelas, Beliadi: Keselamatan dan Nyawa Anak Tidak Untuk Coba-coba

oleh -
Disdik Babel Ujicoba Belajar Tatap Muka di Kelas, Beliadi Keselamatan dan Nyawa Anak Tidak Untuk Coba-coba (1)

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperihal pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masa pendemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menuai penolakan dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP.

Untuk diketahui, Surat edaran bernomor 420/604/DISDIK ini berisi 5 (lima) poin. Diantaranya, Satu, keputusan kegiatan belajar mengajar mulai dilakukan pada tanggal 2 Juni 2020; Dua, mempedomani Bab III Surat Edaran Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020; Tiga, mempedomani protokoler kesehatan; Empat, koordinasi antar instansi; dan Lima, setiap Cabang Dinas dan satuan pendidikan agar membentuk tim satgas Covid-19.

Terkait dengan surat edaran tersebut, Beliadi, S.IP, meminta Dinas Pendidikan Provinsi Babel mempertimbangkan ulang uji coba belajar tatap muka di kelas.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Babel ini, sistem pembelajaran melalui media tatap muka di kelas bukanlah hal mendesak, karena belajar bisa di tempuh dengan sistem online dari rumah atau online homeschooling.

Lebih lanjut ketua DPC Gerindra Belitung Timur ini menegaskan, kegiatan belajar dengan cara masuk kelas atau tatap muka akan membahayakan keselamatan dan nyawa anak.

“Maka, saya mohon agar dinas pendidikan tidak melakukan ini. Apa susahnya sih sistem online homeschooling? Sekarang sudah jaman canggih, dan apa ruginya sih kasih anak naik kelas, lulus atau apalah tanpa diberatkan dengan hal-hal yang tidak emergency seperti ini,” kata Beliadi.

Saat ini, imbuh Beliadi, orang tua sudah cukup menderita dengan masalah ekonomi yang mereka hadapi diluluh lantakkan corona. Lalu, harus ditambah lagi mengkhawatirkan anak karena di masa pandemi harus masuk sekolah.

Beliadi menilai, keselamatan dan nyawa anak tidak untuk coba-coba.

“Jujur, saya sangat tidak setuju dengan rencana ini dan saya mohon dibatalkan. Gunakan metode belajar dari rumah, dan pendaftaran dari rumah. Syarat pendaftaran cukup kirim via email, hasil belajar kirim via email atau whatsapp, demi keselamatan nyawa anak. Kita tunggu Babel hijau kembali, baru kebijakan ini bisa kita pertimbangkan untuk dieksekusi,” tandasnya. (jb2)

Baca Juga:  Ini Kata Luna Maya Usai Menjajal Wisata Pantai Tanjung Tinggi

Editor: sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *