Saat Nyulo di Pesaeran Aik Kelik, Lelaki ini “Disapa” Buaya, Ceritanya Bikin Kaget

by -
Saat Nyulo di Pesaeran Aik Kelik, Laki-laki ini “Disapa” Buaya, Ceritanya Begini
Area bekas digigitan buaya diperban dengan kain putih. Foto: sue/jabejabe.co

DAMAR, JABEJABE.co – Beruntung hanya “disapa” anak buaya. Namun demikian, buah dari sapaan anak buaya tersebut membuat paha dan betis seorang Nelayan Sulo (Pencari ikan, kepiting, dll dengan sauk saat air laut surut) ini harus dibalut kain putih.

Nasib nahas tersebut dialami, sebut saja namanya Kulup (Bukan nama sebenarnya), yang merupakan warga Jalan Lintang Desa Aik Kelik, Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur.

Pria berusia 31 tahun tersebut pergi sendiri untuk nyulo ke wilayah Pesaeran Desa Aik Kelik, Minggu (25/4/2021) malam. Pesaeran merupakan area pesisir pantai dekat muara, di sekitarnya terdapat tanaman mangrove.

Dijelaskan Kulup, ia sudah satu jam berada di wilayah Pesaeran sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi.

“Kejadiannya (Digigit buaya) sekitar pukul 20.00 WIB, saat itu aku sudah dapat tiga ketam (Kepiting) kelemangok,” ujar Kulup.

Seketika itu, lanjut Kulup, tiba-tiba anak buaya tersebut menggigit pahanya dari arah belakang.

“Tapi sempat aku tarik (paha) dan gigitan lepas, terus buaya itu sempat masih di permukaan lalu masuk ke dalam air,” terangnya.

Sebelum anak buaya masuk ke dalam air, Kulup sempat mengarahkan senter ke arah mahluk tersebut.

“Ukurannya kecil, pendek, tak sampai satu meter, dan bekas gigitannya kira-kira sedalam satu buku jari,” ujarnya.

Diakui Kulup, setelah digigit buaya, ia tak merasakan apa-apa dan masih bisa mengendarai sepeda motor serta langsung pulang ke rumah.

“Iya, masih sempat singgah ke rumah sebelum berobat ke Puskesmas Damar. Nah, pas di rumah baru berasa sakit,” kata Kulup.

Menurutnya, dari luka gigitan dan cakaran buaya tersebut, ia harus menerima sebelas jahitan. Diantaranya dua jahitan di betis karena cakaran dan sembilan jahitan di paha.

Hingga hari ini, Kulup yang sehari-hari bekerja sebagai pemanen di salah satu perusahaan perkebunan sawit, terpaksa harus absen.

Kejadian tersebut tak pelak membuat Kulup trauma. “Atas saran keluarga, baju yang dipakai saat nyulo dan sauk kini sudah dibakar, padahal itu sauk baru,” imbuhnya.

Meski kejadian diserang buaya merupakan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut, namun Kulup tetap berpesan agar rekan-rekan yang biasa nyulo di sekitar area Pesaeran Aik Kelik untuk lebih berhati-hati.*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *