Direktur RSUD Marsidi Judono Sebut Tidak Keberatan Rawat Pasien Asal Beltim

oleh -
Direktur RSUD Marsidi Judono Sebut Tidak Keberatan Rawat Pasien Asal Beltim (1)
Direktur RSUD Marsidi Judono, dr Hendra (kanan), saat menejelaskan bagaimana penanganan pasien COVID-19 kepada Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja (dua dari kiri) dan Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi (tiga dari kiri), Jumat (15/5/2020). Foto: Istimewa.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Direktur RSUD dr. H. Marsidi Judono, dr Hendra mengatakan dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Pemkab Beltim akan semangkin meningkatkan semangat tenaga medis di RSUD Marsidi Judono untuk bekerja dan melayani dengan lebih baik lagi.

Hal tersebut dikatakannya dalam kunjungan Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi, bersama-sama dengan Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, dan Koordinator Forum Putra Putri Daerah Peduli COVID 19 Kamaruddin Muten ke RSUD Marsidi Judono, Jumat (15/5/2020).

“Saya selaku Direktur RSUD sekaligus mewakili Pemkab Belitung mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab Beltim yang sudah jauh-jauh datang, memberikan bantuan dan support bagi kami,” kata Hendra.

Hendra menekankan, RSUD Marsidi Judono sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID 19, selalu siap dan tidak pernah berkeberatan untuk merawat pasien, dari mana pun ia berasal.

“Rumah sakit kami ini rumah sakit rujukan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, sama seperti RSUD Beltim. Jadi pasien dari mana pun, selama ia dirujuk ke sini tetap kami tangani,” ujar Hendra.

Bukti komitmen untuk pelayanan, RSUD Marsidi Judono menyiapkan kurang lebih 56 ruangan dengan 88 tempat tidur berisolasi khusus untuk penanganan pasien COVID 19. Bahkan, 8 ruangan dengan 32 tempat tidur bertekanan udara negatif berfasilitas High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter juga ikut disediakan.

“Jadi sebenarnya dengan kondisi saat ini atau kalau sampai terjadi outbreak (epidemi-red), kita sudah siap menerima pasien bukan hanya dari Kabupaten Belitung tapi juga Beltim maupun asal daerah lainnya,” ungkap Hendra.

Terkait ketersediaan APD, Hendra mengakui jika ketersediaannya sangat mencukupi terutama untuk hazmat, baju cover all, helm mask dan sarung tangan. Namun untuk masker khususnya N95 persediannya hanya terbatas untuk satu hingga dua bulan.

Baca Juga:  Kampong Reklamasi Selinsing, PT Timah Tbk Hadirkan Destinasi Wisata Baru di Negeri Laskar Pelangi

“Alhamdulillah untuk pakaian kita sudah banyak karena baik dari pengadaan maupun bantuan sudah mengalir. Khusus masker ini karana memang agak susah dapatinnya, Insyallah satu atau dua bulan ke depan masih sanggup,” pungkasnya. (rel/@2!)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *