Dilewati Pendataan Bantuan, Ibu Morsina Hanya Gigit Jari Saat Yang Lain Ucap Rejeki Gak Kemana

oleh -
Dilewati Pendataan Bantuan, Ibu Morsina Hanya Gigit Jari Saat Yang Lain Ucap Rejeki Gak Kemana (2)
Morsina

GANTUNG, JABEJABE.co – Dampak ekonomi akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tidak berpihak. Tidak memilih si kaya dan si miskin. Yang kaya surut usahanya, sementara mereka yang miskin hidupnya semakin melarat.

Demikian pula halnya dengan Morsina (63), warga RT. 003 Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), juga mengalami imbas yang sama, melarat.

Saat orang lain menerima Bantuan Langsung Tunai atau jenis bantuan lainnya, Morsina yang hidup menjanda hanya gigit jari. Saat orang lain berucap kalau sudah rejeki tidak akan kemana-mana, Morsina kembali mengurut dada.

“Benarlah kata orang, sabar memang nggak ada batasnya, kalau terbatas artinya nggak sabar,” ujarnya terkekeh menertawakan getir hidup.

Di rumah bantuan, Morsina hidup seorang diri. Anak-anak Morsina yang tinggal tidak serumah juga bernasib sama, sebelas dua belas dengannya, sama-sama terseret ekonominya akibat COVID-19.

Uluran BC

Sesama manusia, siapa yang tidak peduli dan miris dengan nasib Morsina. Karenanya Tim Beliadi Centre datang dan memberi bantuan kepada Morsina.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua sekaligus pemilik Beliadi Centre, Beliadi, S.IP, mengaku prihatin dengan nasib Morsina. Dikatakannya pemerintah harus mendata ulang orang-orang yang berhak mendapat bantuan.

Menuru Beliadi, banyak yang lahir di atas tahun 1980, gagah, sehat, dan kuat, malah dapat bantuan. Saudara RT, saudara Kadus, saudara Kades, bahkan perangkat desa ada yang dapat bantuan.

Bahkan, kata Beliadi, di Desa Lilangan, perangkat desa masuk dalam kepemilikan plasma sawit, ada yang namanya langsung diatasnamakan orang lain, tapi pemiliknya mereka. Padahal banyak yang hidup susah, malah tidak dapat. Beliadi pun menduga, kejadian serupa mungkin saja terjadi di desa-desa lain.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini pun menghimbau agar masyarakat membudayakan rasa malu. Malu mengaku miskin, malu memgambil hak orang miskin, dan juga harus mulai membudayakan budaya takut.

“Takut dosa, takut mengambil hak orang miskin. Ibu Morsina ini hanyalah salah satu contoh korban tidak adil dan tidak jujurnya pendataan yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah desa,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Babel tersebut.

Beliadi berharap jangan ada lagi Morsina Morsina lainnya. “Mulai saat ini kita gunakan hati dan rasa untuk mereka-mereka, agar hak mereka terlindungi dan tersamapaikan. Saya berharap Ibu Morsina segera mendapat perhatian dari pemerintah Desa Lilangan, begitu juga orang orang lain yang bernasib seperti Ibu Morsina,” tandasnya. (rel)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *