Diduga Gagahi Anak Kandung, Polres Belitung Kejar Pria Ini Hingga ke Pulau Karimata

by -
Diduga Gagahi Anak Kandung, Polres Belitung Kejar Pria Ini Hingga Karimata (1)
Pelaku hubungan sedarah berhasil dibekuk Anggota Satreskrim Polres Belitung di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Foto: Ist.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Entah apa yang ada dalam pikirannya, yang menyebabkan pria berusia 37 berinisial U ini diduga menyetubuhi putri kandungnya sendiri, bahkan sempat hamil.

Alhasil perbuatannya tersebut dilaporkan oleh pihak keluarganya pada tanggal 27 Juli lalu kepada Polres Belitung.

Atas laporan tersebut, jajaran Sat Reskrim Polres Belitung melakukan penyelidikan, tetapi korban, sebut saja namanya Bunga (15) ternyata shock dan drop sehingga tidak bisa dimintai keterangan.

Bahkan keesokan harinya lagi, korban dibawa ke rumah sakit dan ketika ditanya tidak menjawab.

“Tapi menurut keterangan dokter yang bersangkutan mengalami keguguran di usia kandungan empat bulan. Berarti benar korban ini hamil,” ungkap Chandra.

Kemudian penyidik memanggil pihak keluarga, namun tidak datang, bahkan ditelpon juga tidak bisa dihubungi.

Polisi mendapat informasi jika ayah korban berinisial U ini justru melarikan diri sehingga memperkuat dugaan perbuatan tersebut mengarah kepadanya.

Sementara itu, pada Jumat (7/8/2020) Jajaran Unit Resmob Sat Reskrim bersama Sat Polair Polres Belitung berhasil mengamankan U yang diduga menyetubuhi putinya itu dan kabur ke daerah Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimatan Barat.

“Penangkapannya baru hari ini, sekarang kami masih di Kalimantan Barat karena sudah malam. Terduga pelaku diamankan di rumah kerabatnya saat sedang tidur,” ujar Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Perdana.

Ia menjelaskan, terduga pelaku dilaporkan menyetubuhi anak kandungnya Bunga (15) bukan nama sebenarnya, hingga hamil bahkan keguguran pada Senin (3/8/2020) lalu.

“Makanya ini baru terduga, nanti kami secepatnya akan mengambil sampel DNA dari terduga pelaku, korban dan janin. Kalau terbukti benar, dialah pelakunya,” jelas Chandra.

Reporter: Faizal
Editor: sue