Fenky Dibunuh atau Bunuh Diri? AKP Chandra: Kalau Dibunuh Lukanya Tak Beraturan

by -
Fenky Dibunuh atau Bunuh Diri, AKP Chandra, Kalau Dibunuh Lukanya Tak Beraturan
Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Chandra Satria Adi Pradana (Kiri) saat memberikan penjelasan kepada media terkait penemuan mayat di Jalan Anwar Aid Tanjungpandan, Rabu (19/5/2021). Foto: Mdx/jabejabe.co

Tidak Ada Unsur Pidana dan Bentuk Kekerasan Terhadap Korban

Reporter: Mdx | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG, JABEJABE.co – Pihak Kepolisian Resor Belitung menyampaikan bahwa tidak ditemukan unsur tindak pidana atau bentuk kekerasan terhadap mayat atas nama Fenky (40). Sebagaimana diketahui, Mayat Fenky ditemukan di Eks SMK Swakarya, Jalan Anwar Aid Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (18/5/2021) kemarin.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Chandra Satria Adi Pradana saat diwawancarai media, Rabu (19/5/2021).

“Belum ditemukan kejanggalan dari korban ini,” kata Chandra.

Lebih lanjut menurut Chandra, hasil visum dan olah TKP Unit Identifikasi, ditemukan tiga luka tusukan di dada kiri yang beraturan dan tidak terdapat luka lainnya. Selain itu, baju yang dikenakan oleh Fenky tidak terdapat robek bekas tusukan.

“Kemungkinan besar baju yang dikenakan oleh Fenky diangkat terlebih dahulu sebelum ditusukan,” jelas Chandra.

Adapun barang bukti lain yang ditemukan seperti pisau yang letaknya tidak jauh dari mayat Fenky, diakui oleh pihak keluarga merupakan pisau yang ada di rumah.

Kemudian sebelum kejadian, CCTV dari salah satu toko di Jalan Sriwijaya merekam bahwa korban sempat membuang identitasnya dengan baju dan celana (Saat menggunakan pakaian yang sama) yang sama sekira pukul 01.08 WIB.

“Anggota sudah melihat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang sempat merekam korban membuang kartu identitasnya dan berada tidak jauh dari lokasi korban, ” sebut Chandra.

Identitas tersebut berupa KTP, SIM, ATM dan Kartu Berobat yang ditemukan di parit yang tidak jauh dari lokasi kejadian

Dijelaskan pula oleh Chandra, terkait busa yang keluar dari mulut Fenky diduga busa atau buih yang keluar ketika seseorang menahan rasa sakit.

“Jadi, buih itu buih air liur yang biasa keluar ketika seseorang menahan kesakitan,” jelasnya.

Untuk hasil olah TKP, lanjut Chandra, pihaknya belum mengarah kepada sebuah tindak pidana. Kemudian apakah itu bunuh diri atau dibunuh, pihaknya belum bisa menyampaikan karena masih menunggu hasil visum dalam.

“Ya, kalau korban ini dibunuh, kemungkinan besar lukanya tidak akan beraturan, juga hasil olah TKP tidak ditemukan perlawanan selain luka itu. Di samping itu juga, korban ada riwayat sakit,” tutupnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *