Di Tanjungpandan, Beberapa Ortu Keluhkan Oknum Pengajar Yang Tak Beri Tugas Siswa

oleh -
Di Tanjungpandan, Beberapa Ortu Keluhkan Oknum Pengajar Yang Tak Beri Tugas Siswa
Iliustrasi siswa belajar di rumah saat pandemik Covid-19. Pixabay.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Sebagaimana diketahui sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan selama 14 hari selama pandemik Virus Corona, kemudian adanya perpanjangan libur sekolah yang belum dipastikan oleh pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Belitung.

Dan, selama masa liburan tersebut, para pelajar diminta dapat tetap belajar secara mandiri dengan didampingi orang tua atau wali murid yang berkoordinasi dengan guru melalui sosial media.

Atas hal tersebut pula beberapa orang tua para siswa mengeluhkan tidak adanya lagi pelajaran yang diterima anaknya lantaran tidak ada lagi tugas yang diberikan oleh salah satu (oknum) guru melalui sosial media dan juga grup whatsapp antara orang tua dan oknum guru di suatu sekolah.

“Pernah ada di minggu pertama dan kedua dulu tugas dari guru itu di grup whatapps, namun setelah itu sudah tidak ada lagi tugas-tugas itu,” kata salah satu orang tua murid yang enggan menyebutkan namanya, Rabu (29/4/2020).

Hal yang sama pun juga dikatakan orang tua lainnya, yang mengatakan anaknya yang bersekolah di salah satu SD di Tanjungpandan yang sama sekali tidak pernah mendapatkan tugas dari (oknum) pengajar yang bersangkutan.

“Anak saya tidak pernah, grup-grup juga tidak ada (masuk) kami. Ya jadi inisiatif sendiri aja, palingan kita sebagai orang tua mengajarkan anak kita sendiri. Tapi kan kami tidak tahu kurikulum dari sekolah. Misalnya anak saya sekarang ini kelas tiga SD, ya kami sebagai orang tua hanya memberikan pelajaran matematika tambah dan pengurangan, selebihnya mereka kami suruh baca-baca buku saja,” sebut bapak dari 2 anak itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Belitung, Junaidi ketika dikonfirmasi jabejabe.co mengatakan, pihaknya sudah memberikan arahan serta imbauan kepada para pengajar tentang metode pengajaran selama pandemi Covid 19 ini. Bahkan, tiga hal yang ditegaskan Dikbud kepada para pengajar atau guru ini.

Diantaranya, kata Junaidi, pihak Dikbud menyarankan kepada para pengajar untuk tidak memberikan tugas yang akan membebankan orang tua. Seperti harus ada handphone android sebagai media belajar anaknya.

“Itu kan bahaya, nantinya anak nuntut kepada oran tua untuk membeli HP,” katanya, Rabu (29/4/2020).

Kedua, tidak memberikan tugas kepada anak yang akan mengeluarkan uang mereka, seperti foto copy banyak-banyak dan lainnya. Lalu ketiga jangan membebani anak dengan tugas yang menggunakan internet, sehingga membuat anak-anak ini keluar rumah untuk ke warnet.

“Dia ke warnet kan bahaya apalagi jaman corona ini. Semua itu sudah kita antisipasi dan kita sampaikan kepada para pengajar. Belum lagi tugas-tugas yang harus membuat dia keluar rumah, sementara pemerintah melarang untuk keluar rumah,” sebutnya.

Namun demikian terkait tidak adanya tugas tersebut, akan mengontrol dan memberikan imbauan lagi kepada oknum-oknum pengajar yang tidak memberikan tugas ini.

“Kita susah mengontrol itu (oknum pengajar). Tapi misalnya ada 1000 orang (pengajar) pasti ada satu atau dua yang bandel, cuma mau kata dia saja. Tapi nanti akan kita coba untuk tegaskan lagi itu,” tukasnya.

Reporter: fg6
Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.