Di Group Neraka, Tanjung Rusa FC Bisa Curi Poin Tertinggi

by -
Di Group Neraka,Tanjung Rusa FC Bisa Curi Poin Tertinggi
Tim Futsal Tanjung Rusa FC. Foto: Istimewa.

Coach Tian Harap Bisa Juara Seperti Tahun Sebelumnya

MEMBALONG, JABEJABE.CO – Turnamen Futsal Pemuda Pemudi Cup 2 Kecamatan Membalong yang digelar Kick Off pada tanggal 3 Februari lalu ternyata cukup sengit. Beberapa tim yang terlibat dalam kompetisi ini harus mendaki perjuangan keras untuk mencapai posisi point tertinggi.

Seperti halnya Tanjung Rusa FC yang berada di Grup A. Sempat digadang-gadang group ini merupakan “Group Neraka”. Namun demikian, Tanjung Rusa FC masih meduduki posisi point tertinggi setelah menaklukkan Pordes FC, Ampigo FC, dan GRC FC dengan point penuh di tiap pertandingan.

Kemudian dalam pertandingan lain, Tanjung Rusa FC pernah ditahan imbang oleh tuan rumah BBS membalong dan kalah atas Kembiri FC. Meski demikian, dalam klasmen sementara, Tanjung Rusa FC masih bertengger di 10 point yang di bawahnya terdapat Kembiri FC dan BBS Membalong.

Tanjung Rusa FC masih menyisakan satu pertandingan melawan Ampar FC sebelum masuk ke babak 16 besar. Dalam hal ini, tim yang dinahkodai oleh coach Bahtian dipastikan mampu lolos ke babak selanjutnya.

Bahtian menjelaskan, timnya akan tetap solid dan tetap memberikan kontribusi untuk bisa memepertahankan gelar juara seperti pada tahun sebelumnya. Walaupun atmosphere yang ada di lapangan saat ini berbeda dibandingkan dengan tahun lalu.

Ia menyayangkan tidak bisa berpartisipasinya punggawa-punggawa dan motor yang biasa memberikan semangat terhadap anak-anak Tanjung Rusa FC dan mencetak prestasi yang maksimal.

Namun demikian, dengan keadaan tersebut, pria yang biasa disapa Coach Tian ini merasa bersyukur karena bisa belajar banyak untuk membina tim dan memahami bahwa untuk mencapai prestasi itu tidak mudah, serta tidak semua harus dikaitkan dengan materi.

“Prestasi adalah sebuah proses di mana orang yang melihat hasilnya tidak akan memahami, bagaimana perjuangan dan proses itu dilalui,” ujarnya berfaslafah.

Coach Tian berharap, semoga timnya bisa mempertahankan gelar juara tersebut, walaupun hanya bermodalkan motivasi semangat dan sedikit materi. Tak lupa coach menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah men-suport dan memberikannya ilmu, serta semangat untuk terus berkarya mengharumkan nama kampung tercinta.

“Mun nak merik duit aku ne dak beduit, gak inilah nok dapat dan mampu aku berik idang kampong ne. Yah, walaupun kadang-kadang harus berikap sanak sinek agar biak-biak tetap dapat berkegiatan, (Kalau mau ngasih uang, aku ini nggak punya uang, cuma inilah [kemampuan melatih tim, Red] yang dapat dan mampu aku berikan buat kampung. Yah, walaupun kadang-kadang harus nyari duit ke sana kemari agar kawan-kawan bisa berkegiatan),” ungkap Coach Tian. (rel)

Editor: jb2