Dendam? Tebas Korban Tiga Kali, Ini Ancaman Hukum Bagi Penganiayaan di Sijuk

oleh -
Dendam, Tebas Korban Tiga Kali, Ini Ancaman Hukum Bagi Penganiayaan di Sijuk (1)
Polres Belitung saat menggelar konferensi pers, Senin (1/2/2021). Foto: Doc. jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Pelaku penganiayaan Rizky Al Fadhil (18) mengaku dipanas-panasi bahwa sebab kematian ayahnya karena diguna-guna. Hal itulah yang kemudian mendorongnya menuju kediaman korban, Sherli Nopianto (24) di Jl. Penghulu Dusun Piak Aik Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung.

Keterangan di atas sebagaimana dikatakan pelaku di hadapan awak media dalam konferensi pers yang digelar Polres Belitung, Senin (1/2/2021).

Sebelum membunuh korban, pelaku mengaku bahwa sebetulnya ia berniat ingin mencari bapak korban, Suryono.

Ketika tiba di rumah yang dituju, pelaku yang saat itu ingin bertemu bapak korban namun yang keluar rumah adalah anaknya, Sherli.

Sebelum terjadinya penganiayaan, antara pelaku dan korban sempat terjadi cekcok mulut.

Saat cekcok mulut terjadi, pelaku mengaku sempat diserang korban. Sementara itu korban yang tidak mengetahui bahwa pelaku membawa senjata tajam (Parang, Red) dengan cara disematkan antara tangan dan paha langsung menebas bagian depan wajah korban.

Kepada polisi pelaku mengaku menebas ke arah kepala korban sebanyak tiga kali dengan parang.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono dalam konferensi pers, Senin (1/2/2021) mengatakan tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku menyebabkan korban meninggal dunia di dapur rumah korban pada Sabtu (30/01/2021) sekitar pukul 20:00 WIB.

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Sijuk mengamankan pelaku yang berada di rumahnya di Jalan Menunggal Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, kemudian membawa pelaku ke Mapolres Belitung untuk dilakukan penahanan.

“Barang bukti yang diamankan diantaranya 1 (Satu) unit sepeda motor Yamaha Soul GT warna hitam yang digunakan tersangka, 1 (Satu) bilah parang panjang, satu celana pendek warna hitam yang digunakan korban dan satu celana warna hijau yang digunakan tersangka,” beber Kaplores Ari.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal primer 340 KUHP dan pasal 338 KUHP dan subsider pasal 351 ayat 3 KUHP.

“Tersangka terancam primer pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP dan subsider pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup,” tandas Kapolres.

Dalam konferensi pers ini, selain mengungkap perkara penganiayaan di Sijuk, Polres Belitung juga menggelar pengungkapan kasus Curas di Desa Cerucuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *