Delapan Positif Covid-19 di Beltim, Salah Satunya Bayi Tiga Tahun

by -
Delapan Positif Covid-19 di Beltim, Salah Satunya Bayi Tiga Tahun (1)

Saat Ini Lima dari Delapan Pasien Sudah Dinyatakan Sembuh

MANGGAR, JABEJABE.co – Hari ini, Kamis 21 Januari 2021 kembali diinformasikan 8 (Delapan) orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Belitung Timur berdasarkan data dari Labkesda Prov. Kep. Bangka Belitung.

Kabar ini sebagaimana disampaikan Sekda Beltim Drs. Ikhwan Fahrozi terkait informasi terkini perkembangan penanganan kasus COVID-19 di Kabupaten Belitung Timur.

Dijelaskan Ikhwan, pada tanggal 27, 30 Desember 2020 dan tanggal 3, 4, 15 Januari 2021 dilakukan pemeriksaan PCR Swab terhadap 375 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima) sample dari orang yang bergejala mengarah ke COV1D-19, kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Positif COV1D-19 dan pada masyarakat dengan hasil pemeriksaan Rapid Test Antigen Positif.

Adapun sample swab tersebut pada tanggal 21 dan 28 Desember 2020 serta tanggal 4, 15 Januari 2021 dikirim ke Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang dan pada hari ini Kamis tanggal 21 Januari 2021 didapatkan informasi kembali sebanyak 10 (Sepuluh) sample swab dengan 8 (Delapan) sample swab dinyatakan positif dan 2 (dua) sample swab dinyatakan negatif.

Delapan Positif Covid-19 di Beltim, Salah Satunya Bayi Tiga Tahun (2)

Sementara itu terkait informasi pasien, disampaikan Ikhwan bahwasannya Nn. LRA beralamat di Kompleks Astek Tangerang domisili di Belitung Timur di Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit, yang bersangkutan merupakan kasus transmisi lokal. Tn. VVN beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, dan Tn. A beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit.

Kedua orang tersebut merupakan karyawan di salah satu perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kelapa Kampit dan merupakan kontak erat dan hasil tracking dari pasien terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya yang juga merupakan karyawan dari perusahaan yang sama.

Ny. N seorang ibu rumah tangga beralamat di Desa Selingsing Kecamatan Gantung merupakan kasus transmisi lokal, dan Tn. ATA seorang wiraswasta beralamat Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, domisili di Belitung Timur yaitu di Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit, merupakan kasus import (import case).

Menurut Ikhwan, kelima pasien tersebut sudah menjalani isolasi mandiri sejak tanggal 27 Desember 2020 (terhitung sudah 24 hari) dan tanpa gejala apa pun, sehingga pada hari ini juga sudah dinyatakan sembuh dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa (Sesuai Petunjuk Teknis Penanganan Covid-19 Revisi 5 tahun 2020, bahwa kasus konfirmasi tanpa gejala tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi mandiri apabila sudah menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan specimen diagnosis Konfirmasi).

Selanjutnya atas nama An. VNF beralamat di Desa Gantung Kecamatan Gantung, dan Ny. S seorang ibu rumah tangga beralamat di Desa Gantung Kecamatan Gantung.

Kemudian Tn. DF seorang pekerja hanan lepas beralamat di Desa Gantung Kecamatan Gantung. Ketiganya merupakan kasus transmisi lokal dan masih menjalani isolasi mandiri.

Dengan bertambahnya 8 (Delapan) orang pasien terkonfirmasi ini maka di Kabupaten Belitung Timur jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi positif COVID-19 sampai saat ini berjumlah 114 (Seratus Empat Belas) orang, dengan perincian 109 (Seratus Sembilan) orang sudah dinyatakan sembuh, 2 (Dua) orang sedang mejalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Belitung Timur dan 3 (Tiga) orang mash menjalani isolasi mandiri.

“Sampai saat ini sebanyak 228 (Dua Ratus Dua Puluh Delapan) sample swab sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang,” ujar Ikhwan.

Ditegaskan Sekda Beltim Ikhwan, bagi siapa saja yang pernah kontak dengan pasien Positif COVID-19 tersebut diharapkan segera melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur atau pusat layanan kesehatan masyarakat lainnya.

“Keterbukaan dan kejujuran anda sangatlah penting sehingga nantinya akan mudah mendeteksi orang-orang yang pernah berinteraksi dengan orang yang terkonfirmasi Positif COVID-19. Dan satu hal yang terpenting adalah bagaimana perlakuan kita terhadap orang yang terpapar Virus COVID-19, tentunya kita harus memberikan dukungan moril dan tidak menciptakan stigma negatif terhadap siapa saja yang pernah terkonfirmasi Positif COVID-19. Pola pikir yang positif juga akan ikut membangun imunitas tubuh.,” kata Ikhwan. (*/)

Editor: Sue