Curanmor 2019 Terungkap karena Motor Gelap? Pelaku Justru Sudah Dibui Kasus Penganiayaan

by -
Curanmor 2019 Terungkap karena Motor Gelap, Pelaku Justru Sudah Dibui Kasus Penganiayaan (1)

TANJUNPANDAN,JABEJABE.co – Aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) di Wilayah Hukum Polsek Tanjungpandan berhasil diungkap Unit Reksrim Polsek Tanjungpandan setelah si pembeli diketahui memakai motor gelap alias tanpa surat, Senin (8/2/2021).

Sepeda motor Yamaha Mio Soul bernomor polisi BN 7609 FI tersebut kemudian diamankan dan dicocokan dengan dokumen kepemilikan yang dimiliki korban bernama Herawati. Dari situ, diduga bahwa sepeda motor tersebut ialah hasil curian.

Sebelumnya, informasi ini diperoleh melalui seorang informan/ masyarakat terkait adanya kecurigaan terhadap motor tersebut.

Guna memperdalam informasi, Polisi pun segera mengintrogasi dan diakui pembeli bahwa motor tersebut diperoleh dari seseorang bernama Sahrullazi alias Sarul (25), melalui akun jual beli facebook.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata terduga pelaku, yakni Sarul, saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.

Sarul merupakan warga pendatang asal Batam Privinsi Riau yang sebelumnya pernah terlibat tindak pidana penganiayaan pada bulan Agustus 2020 lalu.

Mengetahui hal tersebut, Tim Res Polsek Tanjunpandan mendatangi Lapas Kelas IIB guna penyelidikan dan memeriksa Sarul.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan, Ipda I Made Wisma mengungkapkan, setelah didatangi di lapas pelaku mengakui perbuatannya.

“Mmeskipun berstatus warga binaan pemasyarakatan, pelaku tetap diproses atas tindak pidana yang sudah dilakukannya,” ujar Ipda I Made Wisma.

Kronologis Tindak Pencurian 2019 lalu

Adapun kronologis pencurian yang terjadi pada Minggu (15/9/2019), sekira pukul 22.00 WIB ini bermula saat korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul hitam bernomor polisi BN 7609 FI hendak menonton orgen tunggal di Jalan Kerjan, Desa Air Merbau.

Setiba di lokasi, korban memarkirkan sepada motornya di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi orgen tunggal tersebut. Selanjutnya korban pun menonton hiburan tersebut.

Namun setelah selesai menonton dan ingin kembali pulang ke rumah, sepeda motor korban sudah tidak berada di tempat yang diparkikan sejak awal.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungpandan. Dan, akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp.14.500.000,-.

“Diduga, pelaku melakukan aksinya dengan cara merusak atau menjebol kontak motor menggunakan gunting,” ujar Ipda I Made Wisma.

Akibat perbuatannya, Sarul dijerat Pasal Primer 363 Ayat (1) ke 5 KUHPidana Subsidair Pasal 362 KUHPidana.

“Dalam menjalani proses hukum perkara ini, tersangka masih tetap berada di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan. Kemudian untuk barang bukti sudah diamankan,” ujarnya.