Covid Kini dan Buruh di Masa Depan

by -
Covid Kini dan Buruh di Masa Depan - A2

Oleh: Dinda Rahma Shafira

BELAKANGAN ini ada satu hal yang menjadi perhatian publik, adalah terkait dengan dirancangnya Omnibus Law. Apa yang membuat Omnibus Law menjadi perhatian publik luas?

Ya, dari banyak pasal yang dinilai bermasalah, terdapat tiga di antaranya yang mengancam kehidupan para pekerja jika aturan itu diberlakukan.

Pertama, tidak adanya batas waktu dan jenis pekerjaan dalam sistem kontrak yang menyebabkan para pekerja dapat dikontrak seumur hidup tanpa ada kewajiban mengangkat sebagai pegawai tetap.

Kedua, status kontrak itu akan berimplikasi pada hilangnya jaminan sosial dan kesejahteraan, seperti tunjangan hari raya, pensiun dan kesehatan.

Ketiga, dihapusnya upah minimum sektoral (provinsi dan kabupaten), dan adanya persyaratan dalam penerapan upah minimum kabupaten/kota, serta diwajibkannya penerapan upah minimum provinsi (UMP) yang nilainya jauh lebih rendah.

Hal penting tersebut menimbulkan kontra terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja, tetapi ada juga pihak pro yang mendukung regulasi Omnibus Law agar Indonesia menjadi negara yang lebih berkembang.

Terkait dengan ketidaksetujuan publik terhadap Omnibus Law yang dimulai pada Kamis, 8 Oktober 2020 terjadi demonstrasi yang terdiri dari berbagai usia. Sementara itu di tengah kondisi negeri di bawah baying-bayang pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seperti saat ini, tidak mengurungkan niat pengunjuk rasa melakukan aksi demonstrasi.