Corona dan Penyebarannya

by -
Corona dan Penyebarannya

Oleh: Triwarti, S.Pd*

VIRUS lebih sering dikaitkan dengan jenis penyakit tertentu. Hal ini dikarenakan virus lebih banyak menimbulkan kerugian dibanding mendatangkan keuntungan bagi kehidupan manusia. Hampir semua jenis virus menimbulkan penyakit. Mulai dari yang ringan seperti influenza sampai yang mematikan seperti AIDS, Ebola, SARS dan yang paling baru yaitu Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019.

Virus dapat menginfeksi makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan bahkan sel bakteri (bakteriofage) sehingga dapat menimbulkan penyakit. Virus bersifat parasit obligat karena seluruh siklus hidupnya bergantung penuh pada organisme atau makhluk yang ditumpanginya (inang). Termasuk suplai makanan dan proses aktivitas metabolisme.

Beberapa ilmuwan memanfaatkan virus untuk dibuat vaksin yang berguna bagi dunia kesehatan. Salah satunya sebagai zat antibodi (kekebalan tubuh), yaitu dengan memasukkan virus yang telah dilemahkan kedalam tubuh sehingga tubuh mampu membentuk antibodi virus.

Bagaimana dunia bisa mengenal virus tidak lepas dari sejarah penemuan mikroskop oleh Antony van Leuwehook (1632-1723). Di mana, tokoh ini yang mendorong ilmuwan-ilmuwan di masa itu meneliti tentang keberadaan organisme kecil yang menimbulkan penyakit pada beberapa tumbuhan.

Virus berukuran sangat renik bahkan jauh lebih kecil dari bakteri atau mikroorganisme lainnya yakni berkisar antara 20-300 milimikron. Sehingga hanya bisa diamati dengan alat khusus, yaitu mikroskop electron dengan pembesaran 50.000 kali.

Untuk berkembang biak, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup. Jika virus berada di luar sel hidup, maka dia akan membentuk kristal atau mempunyai sifat seperti benda mati dan tidak akan mampu beraktivitas bahkan untuk berkembangbiak sekalipun. Virus juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu tubuhnya bukan berupa sel seperti pada kebanyakan makhluk hidup lain. Virus bersifat aselular yang mana tubuhnya hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA saja atau RNA saja yang dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid.

Akhir-akhir ini, virus menjadi naik daun sejak kemunculannya di kota Wuhan Provinsi Hubei China. Virus ini diidentifikasi sebagai virus Corona yang selanjutnya disebut Covid-19 pada Desember 2019 yang lalu. Sampai pertengahan Maret 2020, Covid-19 sudah menyebar ke negara-negara besar di dunia dan sudah menyebabkan terinfeksinya manusia dengan angka mencapai ratusan ribu jiwa. Kondisi ini pun memaksa WHO menetapkan status pandemik global terhadap akibat yang ditimbulkan oleh Covid-19 ini.

Jika kita kilas balik, Corona bukanlah virus yang baru muncul sekarang. Dilansir dari Tribunnews Manado tanggal 12 Maret 2020 yang ditulis oleh Rizali Posumah, virus ini sudah ditemukan pada tahun 1960 dan diidentifikasi sebagai virus yang menyebabkan penyakit flu biasa.

Hingga sampai tahun 2002 masih dianggap belum menimbulkan penyakit yang fatal dan mematikan. Menyusul kehadiran Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-Cov) di China dan yang terakhir pada tahun 2012 muncul wabah yang mirip Middle East Respiratory Syndrome (MERS-Cov) di Timur Tengah.

Dari peristiwa-peristiwa tersebut, para ilmuwan menyadari bahwa Corona bukanlah virus yang stabil karena cenderung beradaptasi menjadi lebih ganas dan mematikan. Covid-19 yang sedang berkembang sekarang ini merupakan hasil mutasi dari virus Corona yang sudah pernah muncul sebelumnya dan masih satu keluarga dengan penyebab penyakit SARS dan MERS (Prof. Dr. Soewarno, drh, M. Si, akademisi Universitas Airlangga dalam Unair News, 31 Januari 2020). Ditambahkan pula oleh beliau, vector perantara virus Corona adalah hewan kelelawar yang akan berlanjut ke ular dan berakhir masuk ke tubuh manusia. Oleh karena itu, tidak disarankan sekali untuk mengkonsumsi satwa liar ini.

Masa inkubasi Covid-19 adalah 14 hari. Ada beberapa kasus di negara lain, di mana masa inkubasi Covid-19 mengalami perubahan bervariasi antara 15-20 hari. Jadi, orang yang terinfeksi Covid-19 baru akan merasakan reaksi pada tubuhnya pada hari ke-14 sampai hari ke-20.

Jumlah penderita yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Dari data yang dirilis oleh pemerintah Indonesia pada Senin (16/03/2020) yang disampaikan oleh juru bicara penanganan virus Corona Achmad Yurianto (dikutip dari laman kompas.com), bahwa penderita Covid-19 sudah mencapai angka 134 orang. Tetapi masyarakat tidak perlu panik, karena pemerintah juga sudah mengumumkan delapan orang pasien yang pernah dirawat sudah dinyatakan sembuh.

Berita ini merupakan sinyal bagus sekaligus sebagai motivasi besar bagi Indonesia bahwa kita optimis mengatasi dan melawan penyakit yang mematikan ini. Sebagai masyarakat yang cerdas, kita patut bersyukur atas usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam menekan angka perkembangan Covid-19. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya koordinasi dan konsolidasi secara berkesinambungan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 sehingga tidak semakin menambah jumlah orang yang terinfeksi.

Ada beberapa himbauan dari pemerintah yang harus dipatuhi sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Himbauan pada berbagai lapisan masyarakat agar selalu menjalani pola hidup sehat dan menjaga daya imunitas (kekebalan) tubuh, mencuci tangan sesering mungkin, menghindari makanan yang tidak dimasak, segera memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami gejala seperti batuk, demam, sesak nafas, sakit tenggorokan dan tidak lupa mengenakan masker ketika terserang flu.

Sistem kekebalan tubuh yang baik mampu menghindarkan kita dari penularan penyakit-penyakit yang berbahaya termasuk infeksi Covid-19 karena sistem imunitas (kekebalan) dirancang untuk menangkal dan melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Menjaga kekebalan tubuh dapat dilakukan berbagai cara. Cara-cara tersebut yaitu, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, memperbanyak makan sayur dan buah, mengutamakan makanan yang banyak mengandung protein (seperti ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacang). Selain itu, melakukan olah raga, istirahat dan tidur yang cukup, serta pastikan cukup mengkonsumsi air putih.

Penularan virus corona tidak mengenal usia. Covid-19 bisa menginfeksi semua umur mulai dari bayi yang baru lahir, balita, anak-anak, dewasa bahkan lansia. Umumnya bayi dan balita bisa tertular melalui Ibu yang sudah terlebih dahulu terinfeksi seperi kasus yang terjadi di Tiongkok. Sedangkan anak-anak bukanlah golongan yang paling berisiko terinfeksi virus ini. Dibanding orang dewasa, hanya sedikit anak-anak yang terjangkit virus asal Wuhan dan memiliki gejala lebih ringan dibanding orang dewasa.

Hasil penelitian Journal of the America Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa penderita terbanyak menyerang orang berusia 49-56 tahun (sumber: website resmi RSUD Kota Bandung). Sebagian besar penderita penyakit ini adalah kaum lansia yang memiliki riwayat penyerta seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau gangguan ISPA yang menandakan bahwa kualitas paru-paru menurun. Penularan Covid-19 paling banyak melalui cairan ketika seorang penderita bersin atau batuk.

Seperti dilansir dari suara.com, perokok aktif lebih beresiko terinfeksi Covid -19 karena senyawa-senyawa yang terkandung didalam rokok mampu menurunkan kualitas paru-paru yang akan menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Penyakit ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memudahkan Covid-19 menginfeksi saluran pernapasan manusia.

“Sedia payung sebelum hujan”, pepatah ini mungkin mewakili keadaan yang terjadi saat ini. Mari secara bijaksana kita waspada dan selalu mengantisipasi diri dengan melakukan hal-hal positif seperti mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir minimal setiap 20 detik atau gunakan cairan desinfektan.

Selain itu, hindari kontak langsung dengan penderita, gunakan penutup mulut atau masker saat sakit, tutup mulut dengan tisu sekali pakai ketika batuk atau bersin, hindari tempat-tempat ramai atau kurangi berinteraksi dengan banyak orang, serta lakukan pembersihan terhadap benda-benda yang sering disentuh. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan selalu disiplin, insya Allah kita semua akan terhindar dari infeksi Covid-19 ini.

*/) Guru Biologi /Waka Sarana Prasarana SMAN 1 Manggar Belitung Timur

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *