Cinta Ditolak Janda Beranak Dua Ditusuk Hingga Koma di RSUD Marsidi Judono

oleh -
Cinta Ditolak Janda Beranak Ditusuk Hingga Koma di RSUD Marsidi Judono (1)
Pelaku penusukan kini sudah diamankan pihak kepolisian. Foto: Istimewa.

Pelaku Datang dan Tusuk Saat Korban Nongkrong di Jembatan 

Reporter: Faizal | Editor: Subrata Kampit

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Diduga gara-gara menolak cinta dari seorang laki-laki, Seorang janda muda beranak dua harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Janda muda tersebut berinisial WN (21) warga Desa Pelempang Jaya, Tanjungpandan. Diduga, sang janda ditusuk oleh gebetannya karena menolak cinta laki-laki itu.

Menurut keterangan saksi, DK, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2020) tengah malam di mana saat korban bersama saksi yakni DK (16) yang juga merupakan adik sepupu korban sedang nongkrong di sebuah jembatan di Jalan Martaputra Air Kelubi Dalam.

Saat tengah asik nongkrong tiba-tiba pelaku datang dan menemui korban WN. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba pelaku kesal lalu mendorong korban hingga terjatuh ke tanah.

Kemudian, kata saksi tersebut, setelah WN jatuh ke tanah, sebilah senjata tajam yang memang sudah disiapkan dan dipegang pelaku mengenai paha korban, sehingga korban mengalami robek serius di bagian paha.

Tak sampai di situ, dalam posisi terbaring di tanah, pelaku melanjutkan aksi buasnya hingga ke penusukan. Korban yang terjatuh dalam posisi telungkup itu, dibalikkan pelaku hingga posisi telentang. Setelah itu pelaku menikamkan kerambit yang disiapkan pelaku ke perut korban. Sehingga berlumuran darah dan mengenai usus korban.

Pelaku Kabur dan Bawa Kunci Motor Korban

Selesai melakukan aksi kejinya, pelaku masih sempat mencabut kunci motor korban dan langsung bergegas pergi.

“Saat berada di lokasi memang kita hanya bertiga, aku, kakakku dan pelaku. Posisinya aku hanya bisa diam dan tidak bisa teriak, biarkanlah kakakku yang kena, agar aku bisa jadi saksi dan melapor kejadian. Setelah itu, korban kabur dan mencabut kunci motor kami juga,” terang saksi.

Beruntungnya DK langsung berinisiatif menelpon rekannya untuk meminta pertolongan.

Diduga, kejadian berawal pelaku memendam perasaan suka, namun korban menganggap hanya teman.

Baca Juga:  Besok, 18 Februari 2021, Waktu Terakhir Pencairan BPUM Bagi Pelaku UMKM

“Korban ini pun sebenarnya memiliki perasaan kepada kakakku, namun Ia hanya menganggap sebagai teman saja,” katanya.
Informasi terakhir yang berhasil dirangkum media ini, Minggu (7/6/2020), saat ini korban WN dalam kondisi koma di RSUD dr. H. Marsidi Judono.***

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *