Bupati Belitung Datang Langsung Ke Polres Serahkan Berkas dan Barang Bukti Kasus Arak

by -
Bupati Belitung Datang Langsung Ke Polres Serahkan Berkas dan Barang Bukti Kasus Arak (1)
Bupati Belitung, H. Sahani Saleh saat menyerahkan kasus pabrik arak kepada pihak kepolisian dan diterima oleh pihak Satreskrim Polres Belitung untuk ditindaklanjuti, Jumat (7/8/2020).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Bupati Belitung, H. Sahani Saleh bersama Kasatpol PP Kabupaten Belitung, Azhar menyerahkan barang bukti dan melimpahkan hasil pengrebekan dua pabrik arak kepada Polres Belitung, Jumat (7/8/2020).

Pelimpahan berkas ini berikut barang bukti berupa 11 drum ukuran 240 liter berisi fermentasi arak, serta beberapa barang dan bahan pembuat arak lainnya. Bahkan satu buah alat suling pembuatan arak juga ikut diserahkan dan diterima oleh pihak Satreskrim Polres Belitung untuk ditindaklanjuti.

Sahani Saleh mengatakan pihaknya menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian dan seterusnya tinggal bagaimana pihak kepolisian menindaklanjuti.

“Ini kita serahkan kepada pihak kepolisian dan tinggal mereka yang memilih mau dimasukan ke undang-undang mana,” kata Bupati Belitung yang akrab disapa Sanem ini.

Sementara itu, Waka Polres Belitung, Kompol Andi Rahmadi mengatakan dan membenarkan bawasannya Polres Belitung telah menerima barang bukti serta hasil penangkapan penggrebekan minuman berakohol tersebut.

“Saya mewakili Kapolres Belitung, berkas itu sudah kami terima dan kami akan segera proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku yaitu Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan,” ujarnya.

Kemudian katanya, pihaknya akan lakukan penyidikan dan penyelidikan sampai perkara ini nantinya ke kejaksaan.

“Kami sangat mendukung dan men-support Pak Bupati untuk memberantas miras yang ada di Belitung ini. Dan, kami akan konsisten untuk memproses sampai ke Kejaksaan,” tegasnya.

Sementara itu, lanjut Kompol Andi, ancaman untuk undang-undang tentang pangan ini beraneka ragam pasal.

“Kalau mengakibatkan kematian ancamannya kurungan 5 tahun denda Rp.10miliar. Jika ia perkelompok atau perorangan itu bisa maksimal kurungan 7 tahun dan denda Rp.20miliar,” tukasnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue