Bukan Tambang Darat, Zero Tambang Pada RZWP3K di Pulau Belitong Hanya Wilayah Laut

by -
Bukan Tambang Darat, Zero Tambang Pada RZWP3K di Pulau Belitong Hanya Wilayah Laut

Oleh: Beliadi, S.IP**

MASYARAKAT perlu tahu, bahwasannya penetapan RZWP3K atau dengan kepanjangan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–Pulau Kecil, merupakan penetapan khusus bagi pertambangan di laut.

Ketetapan zero (nol) tambang laut pada RZWP3K ini berlaku atas penambangan laut di dua kabupaten Pulau Belitong. Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Mohon agar jangan sampai dipelintir, sehingga membuat kegaduhan di masyarakat.

Sampai dengan Jumat malam (28/2/2020), saya mendapat banyak telpon. Bahkan ada yang marah-marah karena mendapatkan informasi yang salah. Mereka pikir zero tambang itu temasuk di darat.

RZWP3K ini hanya mengatur wilayah dari titik nol sampai 12 mil ke laut dan wilayah pulau-pulau di Provinsi Babel.

Jadi untuk masyarakat yang masih mengais rezeki bekerja tambang darat, silahkan teruskan. Tidak ada masalah sepanjang sesuai aturan yang berlaku.

Tapi, jangan menambang di hutan lindung. Jangan merusak objek-objek vital. Seperti halnya sumber air minum (PAM) dan fasilitas penting lainnya bagi masyarakat.

Jangan merusak Fasilitas Sosial (Fasos), dan Fasilitas Umum (Fasum).

Menambang di darat tetap dibolehkan sepanjang di tempat yang ada izin dan di tempat yang tidak dilarang undang-undang.

Saya mohon dijelaskan dengan benar bagi pihak-pihak yang mengerti tentang RZWP3K ini. Jelaskan kepada masyarakat agar masyarakat tidak bingung.

Tentu bagi kawan-kawan pecinta lingkungan, akan ada pandangan yang berbeda. Kanapa di darat dibolehkan, kan sama-sama merusak lingkungan?

Yang namanya tambang pasti berakibat merusak lingkungan, namun kerena kita bicara RZWP3K, maka Raperda ini tidak mengatur tambang di darat.

Darat diatur dalam RTRW yang sudah sejak lama selesai.

Bagi saya, khususnya Beltim, mungkin masih ada sekitar 40 sampai dengan 60 persen masyarakat hidup dari bekerja di tambang darat, yang sampai saat ini solusi sumber ekonomi lain untuk mengantikannya belum tercipta.

Oleh karena tambang di darat ini masih menjadi sumber perekonomian masyarakat, saya mencoba paham keadaan ini, sembari kita semua dan pemerintah mulai mencarikan solusi baru untuk dijadikan sumber pengganti.

Hal ini perlahan-lahan agar masyarakat yang masih berharap hidup dari tambang darat ini tidak mati langkah.

Maka saya sampaikan untuk saudara-saudara dan teman-teman yang masih bekerja di tambang darat, jangan terkecoh, galau atau panik dengan RZWP3K ini.

Teruslah dan lanjutkan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Bekerja seperti biasa dengan tetap memperhatikan lingkungan dan meminimallisir kerusakan lingkungan.

Kemudian, bagi bapak angkat masyarakat dan perusahaan yang bergerak di sektor tambang, jangan lupa lokasi atau pun area yang habis ditambang segera rekalamasi dengan baik.

Bila perlu reklamasi dengan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti pohon buah-buahan yang nanti bisa jadi sumber perekonomian baru bagi masyarakat setelah pasca tambang.

**Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung