Berkat Menulis, Winda Mendapat 6 Penghargaan

by -
Berkat Menulis, Winda Mendapat 6 Penghargaan - 88 (1)

MANGGAR, JABEJABE.co – Siapa bilang menulis itu tidak membawa manfaat? Terbukti dalam acara launching dan bedah buku karya literasi SMAN 1 Manggar yang bertempat di Mr. John Café tanggal 15 September lalu, Winda Ari Anggraini, guru bahasa Inggris SMAN 1 Manggar baru-baru ini memperoleh 6 (enam) penghargaan dari berbagai instansi karena menjadi bagian dari pegiat literasi di Belitung Timur.

Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai pihak tersebut, Winda mendapat penghargaan langsung dari Bupati Belitung Timur atas kreativitas dalam dunia literasi. Tidak hanya itu, Ketua DPRD juga memberikan apresiasi sebagai guru penggerak literasi di wilayah Belitung Timur.

Selanjutnya, penghargaan diberikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan atas upaya peningkatan, pengembangan dan pencontohan budaya literasi di kalangan pelajar. Ketua Dewan Pendidikan juga secara khusus memberikan apresiasi atas kepeduliaan dan kontribusi menulis yang telah dilakukan di masa pandemi.

Tidak lupa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur juga turut memberikan penghargaan atas inovasi yang dilakukan sebagai pegiat literasi. Serta, pihak penerbit Yayasan Sahabat Alam Rafflesia juga memberikan apresiasi inspirasi sebagai guru penggerak literasi kepada guru bahasa Inggris yang terus aktif didunia kepenulisan ini.

Guru SMAN 1 Manggar ini telah banyak memenangkan berbagai lomba kepenulisan. Di tahun 2020 ini, Winda telah memenangkan dana hibah dari Southeast Asian Minister of Education Organizations atas penelitiannya dibidang teknologi pembelajaran yang berjudul “Improving Students’ Interest and Ability Using Diary”.

Selain itu, Winda juga memenangkan seleksi online training yang diselenggarakan oleh pihak yang sama, setelah bersaing dengan ratusan guru se Asia Tenggara. Terakhir, Winda juga berhasil lolos seleksi bengkel penerjemahan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan.

Penghargaan yang diperoleh bukan tanpa alasan. Guru bahasa Inggris ini menghasilkan dua karya literasi selama masa pandemi. Karya pertama bertajuk “Grammar in Text: Mengupas penggunaan grammar dalam teks bahasa Inggris” merupakan buku yang dapat dijadikan alat bagi guru bahasa Inggris lainnya dan juga siswa dalam mempelajari teks yang saat ini menjadi bagian dari pelajaran di sekolah. Buku ini berisi penjelasan rinci serta contoh-contoh praktis dan sederhana yang ditulis dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Satu lagi karya yang dihasilkan yakni sebuah buku hasil kompilasi karya tulisan siswa berjudul “Our Two Cents: Students’ Voice about Coronavirus”. Karya ini amatlah menarik karena ditulis bersama siswa siswi SMAN 1 Manggar.

Tidak hanya itu, tulisan dalam buku menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Buku yang merupakan produk dari Kelas Menulis (Writing Class) sebagai perpanjangan dari program GERBANG MENULIS (Gerakan Pengembangan Menjadi Penulis) yang diinisiasi oleh Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin, M.Pd.

Penulis yang telah menghasikan 5 buku ini tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan bisa mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Rendahnya tingkat literasi yang menjadi persoalan bagi pemerintah ini memacu pemerintah setempat untuk memberikan motivasi berupa penghargaan kepada sekolah yang giat berliterasi.

“Saya tidak menduga kontribusi yang saya lakukan mendapat pengakuan pemerintah Belitung Timur. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas apa yang telah diperoleh. Semua ini tidak lepas dari kepercayaan serta kesempatan yang telah diberikan oleh kepala sekolah kepada saya untuk terus berkarya. Terima kasih kepada pak Sabarudin yang telah memberikan semangat dan mendukung program Writing Class ini, semoga kedepannya bisa lebih menarik banyak siswa untuk bergabung dengan karya yang lebih beragam. Terima kasih juga untuk siswa-siswa yang telah menjadi bagian dari Our Two Cents, atas kegigihan dan kesabaran menerima feedback dari saya, serta keluarga di rumah atas dukungan non-stop nya. Without you, I am nothing,” tutur Winda.

Kedua buku tersebut telah dibedah dan didistribusikan kepada berbagai instansi di lingkungan kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Semoga penghargaan yang diberikan dapat dijadikan penyemangat untuk terus berkarya dan menginspirasi lebih banyak guru dan siswa untuk terus menulis. Salam literasi! (jb)

Editor: sue