Beltim New Normal? Bupati Masih Kaji, Fezzi Tak Mau Masyarakat Kebablasan

by -
Beltim New Normal Bupati Masih Kaji, Fezzi Tak Mau Masyarakat Kebablasan (2)
Ilustrasi New Normal. (net)

MANGGAR, JABEJABE.co – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) hingga saat ini belum mengeluarkan kebijakan terbaru sehubungan dengan era kenormalan baru.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza, kepada media belum lama ini pernah mengungkapkan, penerapan new normal bukanlah serta merta diterapkan, gugus tugas masih harus melakukan kajian secara cermat untuk menentukan teknik-teknik atau kapan serta prioritas sektor yang akan dilaporkan.

“Pra kondisinya harus dimatangkan dulu, tahapan demi tahapan harus kita penuhi. Semua itu segera dilakukan untuk dibahas termasuk sektor-sektornya,” ujar Yuslih.

Sementara itu terkait kebijakan new normal ini, Sekda Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fakhrozi, mengungkapkan hal senada, saat ini tim sedang mengkaji perkembangan yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur.

“Kami menganalisa dari aspek epidemologi,” sebut Ikhwan, Senin (15/6/2020).

Untuk diketahui, epidemologi merupakan studi dan analisis tentang distribusi (siapa, kapan, dan di mana), pola, dan penentu kondisi kesehatan dan penyakit pada populasi tertentu.

Lebih lanjut Ikhwan mengatakan, saat ini di Belitung Timur, yakni salah satu pegawai di Puskesmas Kecamatan Dendang ada yang terpapar. Oleh karenanya, hingga saat ini Pemkab Beltim belum menerbitkan kebijakan baru terkait era kenormalan baru.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja justru menegaskan, seharusnya ada aturan atau pun edaran baru tentang kondisi terkini di Kabupaten Belitung Timur, terutama masalah peribadatan dan ekonomi.

“Kalo memang tidak diatur nanti bisa kebablasan,” ujar Fezzi saat dihubungi jabejabe.co, Senin (15/6/2020).

Seperti diketahui, lanjut Fezzi, jika tidak ada edaran maka edaran lamalah yang berlaku.

“Kalo edaran lama itu kan kita semua tahu gimana isi edarannya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Belitung Timur tersebut.

Fezzi pun mengingatkan, jangan sampai Belitung Timur tidak ada panduan khusus dan justru membuat masyarakat kebablasan.

“Pemerintah berbicara new normal, tapi masyarakat kita menganggap ini sudah normal,” tukasnya. (jb2)

Editor: sue