Belitung Timur

by -
Kantor Bupati Belitung Timur

Belitung Timur Terbentuk Pada Tanggal 25 Februari 2003

JABEJABE.co – Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang populer dengan singkatan Kabupaten Beltim merupakan daerah otonomi Tingkat II Kabupaten yang baru terbentuk.

Kabupaten Belitung Timur terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak tanggal 25 Februari 2003, bersamaan dengan terbentuknya Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Barat di wilayah Provinsi ke-31 di Indonesia, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau disingkat Babel.

Geografis


Secara geografis Kabupaten Belitung Timur terletak antara 107°45’ BT sampai 108°18’ BT dan 02°30’ LS sampai 03°15’ LS dengan luas daratan mencapai 250.691 hektar atau kurang lebih 2.506,91 Kilometer.

• Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Natuna
• Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Karimata
• Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa
• Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sijuk, Kecamatan Badau dan Kecamatan Membalong di Kabupaten Belitung


Kependudukan


Jumlah penduduk Kabupaten Belitung Timur berjumlah 116.356 jiwa. Mayoritas jenis kelamin penduduk Kabupaten Belitung Timur adalah laki-laki dengan jumlah 59.913 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk perempuan mencapai 56.443 jiwa.

1. Kecamatan Manggar: 37.476 jiwa
2. Kecamatan Damar: 11.914 jiwa
3. Kecamatan Kelapa Kampit: 17.502 jiwa
4. Kecamatan Gantung: 24.940 jiwa
5. Kecamatan Simpang Renggiang: 6.697 jiwa
6. Kecamatan Pesak: 8.180 jiwa
7. Kecamatan Dendang: 9.647 jiwa

Kepadatan penduduk di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2012 dari 45,20 jiwa per Kilometer persegi menjadi 46,41 jiwa per Kilometer persegi, dengan penyebaran yang tidak merata.

Hal ini terlihat dari masih terpusatnya penduduk di Kecamatan Manggar sebagai ibukota kabupaten dengan kepadatan hingga 106,01 jiwa per Kilometer persegi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kecamatan lain yang relatif merata penyebarannya.

Peningkatan penduduk pada setiap tahunnya mengalami peningkatan pada tahun 2008 jumlah penduduk sejumlah 104.321 Jiwa, tahun 2009 sejumlah 108.125 jiwa, tahun 2010 sejumlah 110.315, tahun 2011 sejumlah 113.315, tahun 2012 sejumlah 116.356, dan pada tahun 2013 bulan Mei sejumlah 117.718.


Wilayah Kecamatan dan Desa di Kabupaten Belitung Timur


Setelah ditetapkannya Perda Kabupaten Belitung Timur Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pembentukan Kecamatan Damar, Simpang Renggiang, Dendang, dan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan, yaitu Kecamatan Kelapa Kampit, Manggar, Gantung, Damar, Simpang Renggiang, Dendang, dan Simpang Pesak.

1. Kecamatan Damar

Kecamatan Damar dengan luas 23.690 hektar terdiri dari lima desa, yakni Desa Air Kelik, Desa Burong Mandi, Desa Mempaya, Desa Mengkubang, dan Desa Sukamandi.

2. Kecamatan Dendang

Kecamatan Dendang dengan luas 36.220 hektar terdiri empat desa, yakni dari Desa Balok, Desa Dendang, Desa Jangkang, dan Desa Nyuruk.

3. Kecamatan Gantung

Kecamatan Gantung dengan luas 54.630 hektar terdiri dari tujuh desa, diantaranya Desa Batu Penyu, Desa Gantung, Gantung, Desa Jangkar Asam, Desa Lenggang, Desa Lilangan, Desa Limbongan, Desa Selingsing.

4. Kecamatan Kelapa Kampit

Kecamatan Kelapa Kampit dengan luas 49.851 hektar terdiri dari enam desa, diantaranya Desa Buding, Desa Cendil, Desa Mayang, Desa Mentawak, Desa Pembaharuan, dan Desa Senyubuk.

5. Kecamatan Manggar

Kecamatan Manggar dengan luas 22.900 hektar terdiri dari Sembilan desa, yaitu Desa Baru, Desa Bentaian Jaya, Desa Buku Limau, Desa Kelubi, Desa Kurnia Jaya, Desa Lalang, Desa Lalang Jaya, Desa Mekar Jaya, dan Desa Padang.

6. Kecamatan Simpang Pesak

Kecamatan Simpang Pesak yang memiliki luas 24.330 hektar terdiri dari lima desa, diantaranya Desa Dukong, Desa Simpang Pesak, Desa Tanjung Batu Itam, dan Desa Tanjung Kelumpang.

7. Kecamatan Simpang Renggiang

Kecamatan Simpang Renggiang dengan luas 39.070 hektar terdiri dari empat desa, yakni Desa Aik Madu, Desa Lintang, Desa Renggiang, dan Desa Simpang Tiga.


Priode Kepemimpinan Bupati Belitung Timur


Pejabat Bupati Belitung Timur yang pertama adalah Bapak Asri Matsum, S.Sos dari kalangan birokrasi setempat yang dilantik oleh Gubernur atas nama Mendagri di Pangkalpinang pada tanggal 24 Mei 2003.

Asri Matsum merupakan Pejabat Bupati pertama yang meletakkan dasar-dasar Pemerintahan di daerah pemekaran ini hingga tanggal 6 januari 2005.

Dengan alasan politis untuk mengikuti Pilkada I Belitung Timur, maka Asri Matsum, S.Sos melepaskan jabatannya dan digantikan oleh Drs. H. Usman Saleh, MM sebagai Pejabat Bupati kedua di Belitung Timur.

Pejabat Bupati kedua Drs. H. Usman Saleh, MM melaksanakan tugasnya hingga tanggal 3 Agustus 2005 bersamaan dengan dilantiknya pasangan Ir. Basuki Tjahaja Pusnama, MM (dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru/PIB) dan Khairul Efendi, B.Sc (dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan/PNBK) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005-2010.

Drs. H. Usman Saleh, MM berasal dari pejabat birokrasi senior di Provinsi Babel yang dengan kemampuan dan pengalamannya menata pemerintahan mampu meneruskan program pemerintah yang telah baik pada masa kepemimpinan Pejabat Bupati petama, hingga terpilih dan dilantiknya Bupati definitif untuk periode 2005 – 2010.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM yang lebih dikenal masyarakat dengan nama kecil Ahok adalah putra kelahiran daerah setempat, berdomosili di Kecamatan Gantung, mendapat kepercayaan masyarakat memenangkan Pilkada yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2005 dengan perolehan suara 37,13 % dari 5 pasangan calon yang mengikuti Pilkada I Belitung Timur.

Kemenangan pasangan Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM dan Khairul Efendi, Bsc dalam Pilkada tersebut cukup menarik dan seakan kurang diprediksikan sebelumnya oleh para politisi lokal lainnya.

Selain mengingat kedua tokoh ini berlatar belakang pengusaha dan tergolong masih berusia muda, mereka juga tergolong baru terjun dalam kancah politik praktis menjelang Pemilu Legislatif tahun 2004 dan membawa mereka berdua menjadi anggota DPRD Belitung Timur terpilih Periode 2004-2009 dari partai politik yang berbeda.

Selain itu, Ir Basuki merupakan tokoh muda dari etnik keturunan Tionghoa yang memang berasal dari keluarga yang dekat dan berbaur dengan masyarakat. Baik dirinya maupun orang tuanya (Kim Nam) yang sudah wafat.

Selain tergolong mampu secara ekonomi, keluarga Kim Nam juga sangat memperhatikan pendidikan putra-putrinya. Tidak heran jika keluarga kandung Ir Basuki rata-rata meraih pendidikan pada jenjang S-1 dan S-2.

Mereka (Keluarga Kim Nam) juga sangat peduli terhadap kondisi sosial daerah dan kampung halamannya, sehingga seperti juga etnik keturunan lainnya di Belitung Timur, pembauran dan interaksi dengan masyarakat setempat berjalan dengan baik dan harmonis.

Bahkan bahasa sehari-hari etnik keturunan juga diterima dan dipergunakan sebagian masyarakat, khususnya pergaulan di pasar lokal.

Visi-misi pasangan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM dan Khairul Efendi mulai dilaksanakan sejak awal pemerintahannya. Mulai dari kesederhanaan sebagai Kepala Daerah, penghematan anggaran dan efektivitas, kualitas aparatur daerah, hingga melaksanakan program pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan gratis dari masyarakat dari tingkat pendidikan Dasar hingga SLTA sudah mulai dianggarkan pada APBD 2006.

Pada tahun 2006 ini Pemerintah daerah akan memberikan jaminan Pemeliharaan Kesehatan sebanyak 50.000 warganya melalui kerjasama dengan PT. ASKES (Persero) yang perjanjian Kerjasamanya telah ditandatangani pada tanggal 14 Februari 2006 lalu dan mulai berlaku 1 Maret 2006.

Ketika memutuskan maju dalam ajang pertarungan politik pada Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Tahun 2007, Ahok pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Belitung Timur.

Ahok kemudian menyerahkan jabatannya kepada Khairul Effendi pada 22 Desember 2006.

Sebagai Bupati Belitung Timur, Khairul Efendi kemudian menjalankan pemerintahan tanpa wakil hingga jabatannya berakhir pada tanggal 22 Desember 2006.

Tampuk Pemerintahan Kabupaten Belitung Timur kemudian dilanjutkan dilanjutkan oleh kepemimpinan pasangan dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK. dan Zarkani Mukri.

Basuri merupakan adik kandung Basuki Tjahja Purnama yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Beltim priode (2005 – 2006).

Bersama Zarkani Mukri, Basuri kemudian memimpin Beltim hingga akhir jabatannya pada tanggal 6 September 2010.

Pada Pilkada Tahun 2015, Basuri selaku petahana berpasangan dengan Fezzi Uktolseja yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur.

Pasangan Basuri – Fezzi yang meraup suara sebanyak 19.698 (31.50%) dikalahkan duet Yuslih Ihza – Burhanudin dengan raihan suara 32.015 (51.20%). Sementara itu, pasangan calon lainnya, yakni Usmandie A. Andeska – Musdiyana hanya memperoleh 10.816 suara (17.30%).

Sebelum dilantiknya Bupati definitif untuk periode 2015 – 2020, Jabatan Bupati diisi oleh Hardi, seorang birokrat di Provinsi Babel. Sebagai birokrat seior, Hardi mampu menata pemerintahan dan melaksanakan program pemerintahan yang sudah dilakukan oleh bupati sebelumnya.

Selanjutnya, Yuslih Ihza bersama Burhanudin menjabat sebagai Bupati Belitung Timur sejak 17 Februari 2016 hingga 26 Februari 2021.


Makna Lambang Daerah Kabupaten Belitung Timur


1. Lambang Daerah berbentuk perisai bersudut lima

2. Di dalam Perisai Terdapat lukisan-lukisan berbagai bentuk dan warna yang merupakan unsur-unsur Lambang Daerah sebagai berikut:

a. Kabupaten Belitung Timur
b. Lingkaran
c. Pulau Belitung
d. Matahari
e. Pilar berjumlah 4 (empat) buah
f. Balok TImah
g. Kapal
h. Gigi Roda berjumlah 5 (lima) buah
i. Bulir Padi berjumlah 24 (dua puluh empat) buah
j. Biji kapas berjumlah 10 (sepuluh) buah
k. Semboyan Satu Hati Bangun Negeri.

3. Perisai bersudut lima melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

a. Perisai Dalam melambangkan kesuburan dan keindahan.
b. Lingkaran Bulat melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Belitung Timur.
c. Pulau Belitung melambangkan wilayah, masyarakat, system pemerintahan, kebudayaan, sumber daya alam, yang dimiliki Kabupaten Belitung Timur.
d. Matahari melambangkan sumber kehidupan, kekuatan, kecerahan dan sinar yang berjumlah 27 (dua puluh tujuh) buah melambangkan tanggal 27 Januari 2003 saat disetujui Rancangan Undang-undang tentang pemekaran Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh DPR RI untuk disahkan menjadi Undang-undang.
e. Balok Timah melambangkan Pulau Belitung secara historis adalah daerah penghasil timah.
f. Pilar berjumlah 4 (empat) buah melambangkan empat wilayah kecamatan yang bergabung pada awal pembantukan Kabupaten Belitung Timur.

4. Kapal melambangkan potensi kelautan/bahari.

5. Gigi Roda melambangkan potensi kesiapan Kabupaten Belitung Timur dalam menuju era industrialisasi dan didi roda berjumlah 5 buah melambangkan undang-undang nomor 5 tahun 2003 yang disahkan pada tanggal 25 Februari 2003 oleh Presiden Republik Indonesia dan menjadi dasar hukum terbentuknya Kabupaten Belitung Timur.

6. Padi dan Kapas melambangkan Kemakmuran dan Kesejahteraan.

a. Bulir Padi berjumlah 24 buah melambangkan tanggal 24 Mei 2003 saat diresmikan Kabupaten Pemekaran dalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh Menteri Dalam Negeri bersamaan dengan dilantiknya Pejabat Bupati pada daerah pemekaran tersebut sebagai Kepala Daerah.

b. Biji Kapas berjumlah 10 (sepuluh) buah melambangkan Tata nilai kesempurnaan.

– Arti warna Hijau Tua yang terdapat pada perisai luar, Pulau Belitung dan Biji Kapas melambang pertahanan, Kewaspadaan, dan kesuburan.
– Perisai dalam berwarna hijau muda melambangkan keindahan.
– Tulisan Belitung Timur berwarna putih melambangkan kebersihan dan religius.
– Lingkaran Bulat berwarna Biru Muda melambangkan potensi kelautan/bahari.
– Matahari berwarna kuning dan putih, bulir padi berwarna kuning, pilar berwarna kuning, Tulisan semboyan Satu Hati Bangun Negeri berwarna kuning melambangkan Semangat, Kebesaran dan Ketegasan.
– Balok Timah, Kapal dan Gigi Roda berwarna Hitam, Abu-abu dan putih melambangkan keragaman social dan budaya.
– Pita semboyan berwarna merah melambangkan keberanian.
– Semboyan Lambang Daerah berbunyi Satu Hati Bangun Negeri mengandung arti seluruh masyarakat Kabupaten Belitung Timur bersama-sama membangun daerah dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur.


Destinasi Wisata di Belitung Timur


1. Pantai

Daya tarik wisata di Kabupaten Belitung Timur adalah panorama pantai-pantainya yang indah. Berikut ini pantai-pantai yang terletak di beberapa kecamatan di Kabupaten Belitung Timur.

  • Pantai Nyiur Melambai
  • Pantai Serdang
  • Pantai Burong Mandi
  • Pantai Bukit Batu
  • Pantai Punai
  • Pantai Batu Pulas
  • Pantai Sengaran
  • Pantai Mudong
  • Pantai Selindang
  • Pantai Pangkalan Ba’un
  • Pantai Batu Lalang
  • Pantai Gusong Cine

2. Pulau

Kabupaten Belitung Timur merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 141 buah pulau besar dan kecil. Pulau-pulau inilah yang menjadi daya tarik wisatawan Kabupaten Belitung Timur.

Berikut jumlah penyebaran pulau di Belitung Timur menurut kecamatan.
1. 40 pulau di Kecamatan Manggar dan Damar.
2. 12 pulau di Kecamatan Kelapa Kampit.
3. 52 pulau di Kecamatan Gantung dan Simpang Renggiang.
4. 37 pulau di Kecamatan Simpang Pesak dan Dendang.


Referensi


1. Profil. Website Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Diakses pada Tanggal 13 Juli 2021.

2. Daftar Bupati Belitung Timur. id.wikipedia.org. Diakses pada Tanggal 13 Juli 2021.

3. Profil Kabupaten Belitung Timur. sippa.ciptakarya.pu.go.id. Diakses pada Tanggal 13 Juli 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *