Beliadi Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Pasien Covid-19 Meninggal di Beltim, Kabid P2P Dinkes Beltim Beri Penjelasan

oleh -
Beliadi Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Pasien Covid-19 Meninggal di Beltim, Kabid P2P Dinkes Beltim Beri Penjelasan (2)

GANTUNG, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP, kembali menyesalkan dan kecewa dengan sistem penanganan antisipasi penyebaraan Covid-19 di Kabupaten Belitung Timur.

Sebagaimana diketahui, di Desa Lilangan Kecamatan Gantung terdapat satu orang meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19, yakni Tn. S warga Tanjungpandan dan tinggal di base camp salah satu perusahaan di Desa Lilangan.

Beliadi mengaku mendapat laporan masyarakat, bahwa setelah dua hari yang bersangkutan meninggal dunia, tim gugus tugas ataupun Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur tidak ada melakukan tracking dan rapid test antigen, serta penyemprotan di base camp tempat Tn. S meninggal dunia.

Jika memang laporan yang diterimanya benar, maka Beliadi menilai penangan Covid-19 di Belitung Timur sangat buruk. Karena Beliadi mengkhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19 dengan cara yang sangat tidak terduga hingga menular ke masyarakat karna tidak ada antisipasi yang baik dari pemerintah daerah dan gugus tugas.

“Jika kondisinya memang sebagaimana yang dilaporkan, jujur, selaku masyarakat dan juga sebagai anggota DPR Provinsi Babel saya sangat kecewa atas buruknya cara kerja penanganan Covid-19 di Belitung timur,” kata Beliadi.

Beliadi bahkan mengaku dirinya diprotes keluarga almarhum terkait lambannya penanganan saat akan melakukan penguburan, yakni terkait kotak (peti) untuk menguburkan jenazah sesuai Standard Operational Procedure (SOP).

“Selain lambannya kotak atau peti untuk almarhum, kemudian tracking juga lamban, bahkan ada yang dua hari baru di-tracking. Selain itu di area kerja, tentunya kita khawatir rekan kerja almarhum sudah kemana-mana,” ucapnya.

Kabupaten Beltim, menurut Beliadi memang jauh lebih lambat dalam banyak hal “Pengaturan atau tenaga atau apa yang kurang, namun sepertinya Beltim memang harus banyak berbenah,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Belitung Timur Supeni menyebutkan bahwa pihaknya sudah melakukan tracking atas meninggalnya Tn.S.

Tracking ini sendiri menurut Supeni dilakukan oleh bagian surveillance. “Bagian ini (surveillance) melakukan tracking serta rapid test antigen dan sudah kami lakukan. Saya juga sudah berkoordinasi dengan ibu camat,” kata Supeni.

Untuk bagian isolasi pasien, lanjut Supeni, juga dilakukan oleh Tim Pelayanan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Belitung Timur.

“Sebenarnya semua bagian sudah tersistem, cuma nggak diekspos saja,” ungkapnya.

Adapun terkait penyemprotan disinfektan di basecamp tempat Tn.S bekerja, menurut Supeni sudah dilakukan oleh pihak BPBD Beltim yang bekerjasama dengan pihak kecamatan dan desa. (*/)

Editor: Sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *