Beliadi Harap STM Stania Manggar Salah Satu Pendukung Hanandjoeddin Lolos Pahlawan Nasional

by -
Beliadi Harap STM Stania Manggar Salah Satu Pendukung Hanandjoeddin Lolos Pahlawan Nasional (3)
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi menyerahkan buah tangan beberapa buah buku “Sang Elang” karya Haril Andersen dan beberapa foto HAS Hanandjoeddinkepada SMK Stania Manggar, Rabu (5/8/2020).

MANGGAR, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP berharap SMK Stania (dulu STM Stania) Manggar bisa menjadi salah satu sarana pendukung untuk segera meloloskan HAS Hanandjoeddin menjadi Pahlawan Nasional.

Kalimat ini disampaikan Beliadi dalam kunjungannya ke STM Stania baru-baru ini di Jalan Teuku Umar No. A 51, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kedatangan Beliadi dan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel lainnya, yaitu Junaidi Rachman, disambut Kepala STM Stania Manggar, Giyantoro.

Dilansir dari disbudpar.belitungtimurkab.go.id, bangunan STM Stania dulunya bernama AC (Ambacht Cursuus) adalah salah satu heritage di Bukit Samak Manggar – Belitung Timur. Sekolah AC didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada Tahun 1928. Seiring pengembangan sektor pariwisata di Pulau Belitung umumnya, bangunan yang lebih kecil di sebelahnya direncanakan akan difungsikan menjadi Galeri Sejarah Pertimahan Belitong.

Beliadi Harap STM Stania Manggar Salah Satu Pendukung Hanandjoeddin Lolos Pahlawan Nasional (2)

Melihat jejak sejarah yang ada, Beliadi menilai pentingnya Beltim membangkitkan destinasi wisata warisan sejarah. Bukan kreatifitas baru dan inovasi tidak diperlukan, apalagi dengan membangun destnasi baru, namun membangun sesuatu yang ada kaitannya dengan jati diri Pulau Belitong, khususnya Beltim di Kecamatan Manggar, menurutnya akan lebih baik.

“Jati diri kita Pulau Tambang, inovasi wisatanya pun mengorek jejak itu lebih dalam. Dan Dispar Beltim pun sudah melakukan hal tersebut dengan menggelar Festival Jelajah Pesona Jalur Rempah (JPJR) yang di dalamnya terdapat Heritage Trail yaitu menjelajahi warisan sejarah Bukit Samak,” kata Beliadi.

Lebih jauh Beliadi berharap, ke depannya Beltim harus memiliki spot wisata yang tidak ada di daerah lain. Bahkan destinasi wisata yang berbeda dengan tetangga sebelah, Kabupaten Belitung. Dengan demikian, para pemilik biro perjalanan wisata bisa memberikan opsi selain pantai dan pulau-pulau dalam itinerary paket perjalanan wisata.

“Di Bali kan begitu, selain pantai dan pulau, yang paling ditonjolkan justru kekuatan budaya dan warisan sejarah. Intinya agar wisata Beltim tidak sama dengan Belitung, agar minat wisata ke Beltim bisa bersaing dengan Belitung,” tukasnya.

Beliadi berharap Beltim bisa mengembangkan wisata haritage yang dimulai dari mendaftarkan SMK Stania Manggar menjadi cagar budaya. Ia juga berharap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim, Evinardi bisa segera mendaftarakan SMK Stania menjadi cagar budaya melalui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang bersertifikasi.

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata heritage ini, Beliadi berencana akan menarik Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Timah untuk pemugaran gedung SMK Stania.

Dan ternyata, kepedulian terhadap SMK Stania ini, disamping berkutat pada sektor wisata heritage, tentu saja menyangkut dengan kepedulian di sektor pendidikan. Betapa tidak, Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Babel tersebut salut dengan Kepala SMK Stania, Giantoro yang rela mundur dari PNS demi mempetahankan dan mengembangkan STM sebagai sarana pendidikan dan objek wisata haritage.

Oleh karenanya, Beliadi menilai langkah ini perlu sinergi semua pihak agar yang sudah dimulai dan dikorbankan tidak terbengkalai di tengah jalan. Sebab, pengembangan destinasi wisata sejarah yang di dalamnya terdapat jejak-jejak pendidikan ini bagaimanapun harus dikerjakan bersama-sama.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPC Gerindra ini juga menyerahkan buah tangan beberapa buah buku “Sang Elang” karya Haril Andersen dan beberapa foto HAS Hanandjoeddin, yang dalam sejarahnya, tokoh tersebut pernah bersekolah di SMK Stania hingga keterampilannya bisa menyervis pesawat di era kemerdekaan. (jb)

Editor: sue