Beliadi Apresiasi Langkah Preventif Bupati Belitung dan Beltim Cegah Penyebaran Covid 19

by -
Beliadi Apresiasi Langkah Preventif Bupati Belitung dan Beltim Cegah Penyebaran Covid 19
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Beliadi, S.IP. Foto: Istimewa.

BANGKA BELITUNG, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP, mengapresiasi langkah Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) dan Belitung Timur (Beltim) Yuslih, yang telah mengambil tindakan preventif terhadap wabah Covid 19 di Pulau Belitung.

Menurut Beliadi, langkah yang diambil Bupati Sanem dan Bupati Yuslih sudah tepat, apalagi Belitung saat ini menjadi daerah tujuan wisata baik domiatik maupun mancanegara.

“Sekalipun saat ini kedatangan wisatawan dari luar negeri sudah ditutup, namun wisatawan lokal kan masih datang dan pergi. Kita belajar dari negara Vietnam, Singapura dan New Zealand. Karena langkah antisipasi sejak dini, ketiga negara ini berhasil mengendalikan wabah corona, dan tidak menyebar luas di negara tersebut,” ujar Ketua DPC Gerindra Beltim tersebut.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Babel ini juga mengajak berkaca dengan tiga negara yang agak lambat memgambil langkah preventif seperti halnya Iran, Italia dan Tiongkok.

Ketiga negara yang saat ini sedang dalam darurat corona. Meski info terakhir, Tiongkok juga sudah bisa mengendalikan.

“Sebagai bagian dari masyarakat Pulau Belitong, saya merasa tenang dan mengapresiasi langkah kedua Bupati Belitung dan Beltim yang sudah meliburkan sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP serta menginstruksikan agar masyarakat tidak melakukan/menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak,” ujarnya

Dirinya juga berharap Surat Edaran Bupati bisa dilaksankan dengan baik. Seperti halnya menjaga kebersihan, pola hidup sehat, istirahat cukup , sering cuci tangan, dan lain-lain yang sebaiknya diikuti.

“Biarkan anak-anak bermain dan belajar di rumah, di bawah pengawasan dan kontrol orang tua. Kemudian, jika ada yang sakit, terutama memiliki gejala covid 19, segera bawa ke dokter,” sarannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, libur sekolah selama 14 hari ini dimaksudkan agar mudah dan memantau orang-orang terdekat. Karena menurut informasi, jika ada yang terinfeksi virus, akan terdeteksi setelah 14 hari atau baru kelihatan gejalanya setelah 14 hari.

“Dalam situasi seperti ini, kesehatan masyarakat menjadi prioritas dan tidak bisa ditawar. Tak mengapa anak-anak kita diliburkan , arus masuk penerbangan dari dan keluar negeri di-stop , demi keselamatan kita semua, mengingat saat ini sarana dan prasarana kesehatan yang kita miliki belum semumpuni negara maju,” ujarnya.

Beliadi juga meminta agar jangan ada satu pun pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini. Pelaku bisnis dan ekonomi jangan sampai menaikkan harga jual barang keperluan pokok di luar batas kewajaran.

“Kita harus sama-sama prihatin dalam hal ini,” tuntasnya. (sue)

Editor: jb02