Beliadi Apresiasi KPU Beltim Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye Namun Ada Sedikit Catatan

oleh -
Beliadi Apresiasi KPU Beltim Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye Namun Ada Sedikit Catatan

Jika tidak, menurut Beliadi mereka hanya menjadi penonton saja, padahal mereka memiliki kredibilitas kapasitas untuk menjadi seorang pemimpin.

Oleh karena itu, Beliadi mencontohkan kepada dirinya sendiri. Dirinya adalah anggota dewan provinsi yang terpilih pada 2019 kemarin dan Nol Money Politic.

“Sehingga pada saat pagi hari, saat saya buka HP, saya buka WhatsApp, saya melihat adakah anak miskin yang putus sekolah yang melapor? Adakah orang yang mau berobat tapi tidak mendapat pelayanan kesehatan dengan baik? Adakah orang bermasalah secara hukum yang disemena-menakan?” ujar Beliadi.

Hal semacam itu menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Prov. Kep. Babel ini terus dilihat yang pertama-tama kali. Karena apa? sergahnya untuk ke sekian kali, karena ia mengaku punya hutang moral, hutang investasi moral yang luar biasa kepada masyarakat yang memilihnya.

Karena orang-orang itu menurut Beliadi memilih tanpa diimingi dan tanpa ditukar dengan barang atau alat tukar apapun untuk memilihnya. Hal itu dicontohkannya jika masyarakat ingin memilih pemimpin tanpa embel-embel money politik.

“Saya tidak bisa menyebutkan orang-orangnya, orang lain yang juga berjuang bersama saya mungkin ada dengan cara yang sama atau mungkin ada dengan cara yang sedikit melanggar. Tapi sudahlah, ini bagian dari tugas kita untuk terus-menerus menegakkan demokrasi, supaya demokrasi ini bersih bermartabat dan terhormat,” ujarnya.

Beliadi mengaku secara terus terang, bahwa akhir-akhir ini dirinya melihat banyak rekan-rekan yang menjadi wasit atau panitia demokrasi dan kurang cermat dalam menyebarkan aturan. Misalkan ada orang-orang yang menyediakan tempat kampanye, lalu ada jurkamnya (Juru Kampanye) salah bicara, namun orang yang menyediakan tempat dicari dan dipanggil.

“Padahal kan bisa disurati, jadi tidak merugikan hari mereka bekerja untuk menghadiri panggilan hanya untuk meminta klarifikasi,” sarannya.

Namun demikian, terhadap orang yang melakukan kejahatan demokrasi seperti menjanjikan uang beras dan sebagainya, Beliadi menyarankan agar mereka-mereka itu ditindak tegas.

“Makanya pada saat kemarin saya jelaskan kepada kader saya ada (pihak lain) yang sewot, saya pikir mereka itu mungkin tidak paham bahasa saya,” kata Beliadi, “Ya selaku anggota dewan sekaligus ketua partai saya berharap demokrasi di Belitung Timur ini benar-benar demokrasi yang bersih, terhormat, dan bermartabat. Jauh dari kegiatan money politik, jauh dari beras politik, jauh dari hal-hal yang menyimpang dari aturan demokrasi itu sendiri.” (*/)

Baca Juga:  Ungkap Isu di Belakang KONI Versus DPRD Belitung, Beliadi Sarankan Keduanya Transparan dan Komunikatif

Editor: Sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *