Beliadi Apresiasi KPU Beltim Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye Namun Ada Sedikit Catatan

oleh -
Beliadi Apresiasi KPU Beltim Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye Namun Ada Sedikit Catatan

“Karena sampai hari ini kita dari partai Gerindra sendiri sudah banyak mendapat laporkan dalam bentuk janji, ada yang menagih janji di media sosial, ada yang melaporkan lewat kami terkait orang-orang yang melakukan kegiatan-kegiatan yang nyeleneh atau melanggar demokrasi, tapi memang sangat sulit untuk dibuktikan,” ungkapnya.

Ada juga sedikit keanehan, kata Beliadi, yakni saat dirinya menyarankan kepada kadernya untuk “menggebuk” pelaku kejahatan demokrasi, ternyata banyak orang yang kebakaran jenggot, seakan-akan marah.

Padahal, lanjut Beliadi, yang digebuk itu kan penjahat demokrasi, bukan orang baik-baik.

“Kenapa harus marah? kadang-kadang kami berpikir, jangan-jangan mereka (yang “kebakaran jenggot”) adalah bagian dari penjahat demokrasi, sehingga pada saat dirinya menyarankan seperti itu (“gebukin”) mereka sewot.

“Tapi ya sudahlah, ke depan kita berharap memang demokrasi ini bersih, demokrasi ini benar-benar bermartabat dan terhormat. Karena apa? Karena banyak anak cucu kita yang punya potensi, yang punya kemampuan, yang punya kehebatan, yang punya ilmu lebih dari cukup untuk menjadi pejabat, namun karena orang tuanya tidak punya duit, karena dia tidak punya modal besar sehingga harus mengurungkan niatnya untuk menjadi pemimpin atau pejabat publik, atau anggota dewan atau gubernur atau bupati, karena kemampuan finansial yang lemah,” bebernya.

Inilah yang menurut Beliadi sebagai akibat jika demokrasi telah rusak. Jika terus berlangsung seperti itu, Beliadi menilai demokrasi hanya akan diduduki oleh orang-orang yang berduit saja, sementara orang-orang yang pintar, yang peduli dan punya kemampuan bagi masyarakat, belum tentu bisa berkompetisi.

Karena apa? sergahnya, karena demokrasi sudah diukur dengan apa alat tukar kepada masyarakat.

“Inilah kenapa setiap hari, setiap detik, setiap waktu, saya selaku ketua DPC partai Gerindra selalu berteriak, meneriakkan bahwa demokrasi itu harus bersih, bermartabat, dan terhormat,” ujar Beliadi.

Karena apa? sergahnya lagi, karena dengan demikian anak cucu yang punya potensi, tapi kurang memiliki finansial masih ada kesempatan untuk menjadi pejabat Bupati, Gubernur atau anggota DPR.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Juga:  Sang Saka Merah Putih Berkibar di Perairan Bawah Laut Bukulimau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *