Beliadi Apresiasi KPU Beltim Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye Namun Ada Sedikit Catatan

by -
Beliadi Apresiasi KPU Beltim Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye Namun Ada Sedikit Catatan

MANGGAR, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Partai Gerindra Beliadi, S.IP, mengapresiasi langkah KPU Belitung Timur terkait sosialisasi larangan dan sanksi kampanye yang dilakukan di Aula Kantor Camat Manggar pada Rabu 4 November 2020.

Namun selain mengapresiasi Beliadi juga menyayangkan kenapa baru sekarang ini dilakukan setelah memasuki penghujung masa kampanye Pilkada Beltim 2020.

Seharusnya, menurut Beliadi, sosialisasi ini dilakukan 2 (Dua) bulan atau 1 (Satu) bulan sebelum memasuki masa kampanye. Sehingga, masyarakat dan seluruh elemen yang ada, yang terlibat dalam kegiatan Pemilukada mengerti betul apa yang menjadi rambu-rambu dalam berdemokrasi.

Beliadi juga menyayangkan sekaligus mengapresiasi kegiatan ini dan dia pun mengajak pihaknya, KPU Bawaslu dan masyarakat mewujudkan demokrasi yang bersih, bermartabat dan terhormat.

“Karena kita tahu, demokrasi kita sudah memasuki era-era yang sedikit rusak, karena banyaknya pelaku-pelaku dalam berdemokrasi yang melakukan kegiatan-kegiatan dan tindakan-tindakan yang akan merusak demokrasi itu sendiri,” ujarnya, “seperti mengiming-imingi, menjanjikan memberikan sesuatu barang yang tidak disisyaratkan sebagai alat peraga kampanye.”

Bahkan, menurutnya ada juga yang mengiming-imingi uang, yang mengiming-imingi beras. “Ini sebenarnya melanggar konstitusi kita dan tidak disyaratkan dalam alat peraga kampanye,” kata Beliadi.

oleh karena itu, Beliadi berharap ini (Sosialisasi Larangan dan Sanksi Kampanye oleh KPU Belitung Timur) bukan hanya menjadi acara seremonial saja, tapi ada action di lapangan. “Karena kita tahu kegiatan ini (Sosialisasi, Red) sudah berlangsung dari Pilleg ke Pilleg dari Pilpres ke Pilpres dari Pilkada ke pilkada dan memang sulit untuk dibuktikan,” keluhnya.

Karena apa? imbuh Beliadi, karena penjahat demokrasi itu sendiri sudah dibekali dengan antisipasi-antisipasi yang apabila tertangkap ilmunya seperti ini dan itu, sehingga sulit sekali untuk dibuktikan

Oleh karena itu Beliadi berharap kepada KPU, serta Bawaslu, Kepolisiandan Kejaksaan yang tergabung dalam Gakkumdu agar lebih proaktif lagi memberikan atau mengantisipasi dan mencegah kegiatan-kegiatan yang melanggar konstitusi demokrasi di masyarakat.