Begini Klarifikasi Beliadi saat Disebut-sebut dalam Pemberitaan Terkait TI Rajuk Sungai Manggar

by -
Begini Klarifikasi Beliadi saat Disebut-sebut dalam Pemberitaan Terkait TI Rajuk Sungai Manggar
Beliadi, S.IP.

MANGGAR, JABEJABE.co – Menanggapi pemberitaan di salah satu media online yang berjudul, “Bakar Ponton: Kegiatan Anarkis Komunitas Akar Bakau Pembodohan Publik Fordas Oleh Koko Haryanto dan Yudi Senga”, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP, angkat bicara.

Beliadi merasa perlu adanya klarifikasi, karena dalam berita tersebut salah seorang narasumber berinisial YS alias YR menyinggung namanya.

“Saya perlu klarifiskasi dan jelaskan, penertiban TI Rajuk di Sungai Manggar yang terjadi Sabtu (20/6/2020) itu merupakan tugas dinas pertambangan dan aparat penegak hukum. Bahkan, saya mengira kalau kegiatan itu berlangsung dengan izin yang cukup,” kata Beliadi, Minggu, (21/6/2020).

Selain itu, kata Beliadi, mengenai YR yang menyebut adanya usaha dirinya dan teman-teman di bidang pertambangan. Dalam hal ini Beliadi secara terbuka menyebut bahwa semua orang Belitong tahu kalau pihaknya ada usaha tambang, baik timah atau pun pasir kwarsa.

“Hanya sekarang, sejak jadi dewan, saya sudah mundur dari posisi atau jabatan di struktur perusahaan dan sudah digantikan orang lain,” terangnya sembari menambahkan, untuk hal-hal yang menjadi kewajiban terhadap negara di perusahaan tersebut, baik jaminan reklamasi dan pajak, sudah dijalankan sesuai petunjuk undang-undang.

Saudara YR, menurut Beliadi, juga menyebut usaha depot kayu milik keluarganya. “Tidak ada masalah dengan usaha itu (depot kayu), saat ini kita memanfaatkan kayu di kebun milik masyarakat, baik sengon atau pun seruk, serta kelapa dan jenis kayu lainnya dari areal milik perusahaan dan HTI,” kilah Beliadi.

Lebih lanjut dikatakannya, mengenai penertiban TI Rajuk di DAS (Daerah Aliran Sungai) Sungai Manggar bahwa ada maling teriak copet dan ada politisasi atau dijadikan pangung politik, Beliadi mengira semua itu tidak jelas ditujukan pada dirinya atau ke siapa, karena banyak nama yang dia sebut. “Saya kira YR ini sedang dalam keadaan tidak sadar saat bicara,” ujarnya.

Beliadi bahkan menilai, gerakan masyarakat tersebut merupakan gerakan murni dan tidak ada yang memerintah, apa lagi menyuruh.

“Cek saja ke lapangan langsung. Kalau mau main politik, justru harusnya main dua kaki, kan nelayan massa, penambang juga massa. Jadi, saya pikir salah besar kalau mau main politik di sini,” pungkasnya.

Beliadi secara jujur tidak begitu mengenal sosok YR. Karenanya ia kaget saat seseorang yang berinisial YR kemudian menyebut namanya.

“Tapi sebentar, beberapa bulan lalu seingat saya ada yang mengaku YR pernah nelpon saya. Dia bilang sakit mau beli obat, minta bantu dibelikan obat karena kurang uang. Ya, sesama manusia saya prihatin, saya bantulah waktu itu. Apa YR yang ini, atau YR lain, tapi bukti transfernya masih ada di file saya. Kalau tidak salah, YR inilah,” celetuk Beliadi.

Saat ditanya terkait ketersinggungan atau merasa nama baik tercemarkan dengan statemen YR, Ketua DPC Gerindra Beltim ini menjawab dirinya tidak mudah tersinggung.

“Saya pun kasihan sama dia, kalau sampai berurusan (dengan hukum) nanti dia nggak bisa kerja, terus anak istrinya makan apa,” kata Beli.

Namun tak dipungkiri, saat YR menyentil nama partai, Beliadi menyebut ada kader yang sempat emosional dan sudah ia redakan. “Saya sudah nasehati, mudah-mudahan tidak ada di belakang saya yang bertindak lain,” harapnya.

Penjelasan di atas merupakan klarifikasi Beliadi karena namanya turut disebut dalam pemberitaan tersebut. Selebihnya, imbuh Beli, jika ada urusan yang bersifat pribadi, maka dirinya sangat welcome dengan siapa saja, apalagi urusan ini menyangkut urusan masyarakat.

“Karena itu memang tugas saya selaku wakil rakyat, dan saya tekankan sumua masyarakat memiliki hak yang sama untuk berusaha dan tinggal penataan yang baik,” ujarnya.

Masih kata Beliadi, bahwasannya YR juga menyebut adanya penambangan timah di hutan bakau daerah Selendang Kelapa Kampit. Terkait hal ini menurut Beliadi karena RZWP3K sudah disahkan, maka perlu menjadi perhatian khusus bagi dinas pertambangan dan penegak hukum serta Pol PP.

Begitu pun dengan keterangan YR di ujung Malang Lepau yang juga terdapat kegiatan penambangan dan merusak bakau, tentunya harus menjadi perhatian khusus.

“Kita patut berterima kasih atas informasi yang diberikan YR ini,” tukas Beliadi. (jb)

Editor: sue