Begini Kata JPU Kejari Beltim Terkait Agenda Putusan Sela Kasus Pelanggaran Pilkada Beltim

by -
Begini Kata JPU Kejari Beltim Terkait Agenda Putusan Sela Kasus Pelanggaran Pilkada Beltim (2)
Syarifah Amelia (kiri) tengah menggendong anaknya saat berada di halaman kantor Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (24/11/2020). Foto: Faizal/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Melalui persidangan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, besok siang (hari ini, Red), Rabu (25/11/2020) nasib Syarifah Amelia akan ditentukan.

Hal tersebut terjadi setelah sidang perdana atas terdakwa Syarifah Amelia itu menunda sidang dan akan dilanjutkan hari ini (Rabu, 25/11/2020) siang, dengan agenda putusan sela.

Pada persidangan usai istirahat siang tersebut, jika majelis hakim mengabulkan eksepsi yang diajukan oleh tim Kuasa Hukum Syarifah Amelia, maka sidang dihentikan. Namun sebaliknya, jika majelis hakim menolak maka sidang akan terus berlanjut.

Pada saat sidang perdana yang berlangsung alot tersebut, majelis hakim sempat memberikan skors dua kali.

Perjalanan sidang perdana itu dibuka dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Belitung Timur (JPU Beltim).

Dalam dakwaannya terdakwa diduga melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.

Sebab, kalimat yang dilontarkan terdakwa saat kampanye dialogis tanggal 14 Oktober 2020 lalu berbunyi ‘karene kalok bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang akan numor’ dijawab oleh serentak oleh peserta ‘satu’ itu dianggap mengandung unsur menghasut, memfitnah dan mengadu domba.