Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan 10.515 Botol Miras Ilegal Asal Luar Negeri

oleh -
Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan 10.515 Botol Miras Ilegal Asal Luar Negeri
Kolase, Kiri: Petugas Bea Cukai saat menunjukkan tumpukan MMEA alias Miras ilegal yang berada di dalam truk ekspedisi. Kanan: Suasana Konferesi Pers terkait penindakan MMEA ilegal, Jumat (12/11/2021). Foto: mdx/jabejabe.co

BELITUNG, JABEJABE.co – Sebanyak 10.515 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal (Tanpa dilekati Pita Cukai) berasal dari luar negeri yang akan dikirimkan ke tujuan akhir Jakarta berhasil digagalkan petugas Bea Cukai.

Adapun penindakan atas Barang Kena Cukai (BKC) ini dilakukan di halaman sebuah perusahaan ekspidisi Tanjungpandan, Senin (8/11/2021).

Penindakan ini merupakan langkah sinergi dan pengawasan berlapis antara Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur dan Bea Cukai Tanjung Pandan.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Pandan Jerry Kurniawan, SE, ME, mengungkapkan, penindakan ini berawal dari informasi bahwa ada kapal kayu yang membawa Minuman MMEA ilegal dari Luar negeri dengan tujuan Jakarta yang sudah memasuki wilayah Perairan Belitung.

“Barang ini bukan ditujukan untuk konsumsi di Pulau Belitung, tujuan akhir barang adalah Jakarta. Pulau Belitung hanya dijadikan tempat transit dalam rangka,” kata Jerry dalam Konferensi Pers, Jumat (12/11/2021).

Diduga bermaksud mengelabui petugas, pemilik memindahkan barang-barang tersebut ke truk ekspedisi untuk kemudian diangkut menggunakan Kapal Ro-Ro.

Dalam penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1021 Koli berisi 10.515 botol MMEA llegal dengan perkiraan total kerugian negara sekitar Rp 16.874.325.000,-.

Menurut Jerry, tindakan penyeludupan MMEA illegal tersebut melanggar UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006 dan UU No. 11 tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU No. 39 Tahun 2007.

Hingga saat ini, jajaran Bea Cukai Tanjung Pandan belum mengungkap siapa saja pihak-pihak yang terlibat, termasuk diantaranya asal negara, nama kapal kayu pengangkut, dan nama ekspedisi yang digunakan.

“Sampai saat ini Beacukai Tanjung Pandan masih melakukan penelitian terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan kegiatan dimaksud,” kata Jerry.

Lebih lanjut disampaikannya, Beacukai Tanjung Pandan akan terus melakukan kegiatan secara proaktif, melakukan pengawasan terkait pemasukan barang-barang illegal di Pulau Belitung.

“Dan, kami berharap masyarakat mendukung dan melaporkan apabila menemui sesuatu hal yang mencurigakan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *