Atas Respon Kaget Alat PCR di Babel, Beliadi: Saya Malah Minta Pemprov Babel Sewa Satu Lagi Buat Belitung

by -
Atas Respon Kaget Alat PCR di Babel, Beliadi Malah Minta Pemprov Babel Sewa Satu Lagi Buat Belitung (2)
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Beliadi, SIP. Foto Ilustrasi paramedis dan PCR; Istimewa.

PANGKALPINANG, JABEJABE.co – Keberadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang belakangan diketahui merupakan pinjaman dari pihak swasta, mengundang respon beberapa pihak.

Berdasarkan informasi yang dirangkum jabejabe.co, perihal ini sempat diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Babel, drg Mulyono, saat gelaran rapat DPRD Provinsi Babel bersama dinas terkait di lingkungan Pemprov Babel sehubungan dengan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Selasa (5/5/2020).

Menyoal respon-respon atas beberapa pihak terkait PCR ini, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP, saat dikonfirmasi wartawan, menyebutkan, pihaknya sangat mendukung langkah yang diambil Pemprov Babel untuk menghadirkan alat ini di Bangka.

“Alat PCR untuk tes swab ini sangat dibutuhkan. Karena kita tahu, kalau tesnya di Jakarta bisa seminggu lebih baru keluar, terkadang bisa dua minggu,” ujar Beliadi.

Maka dari itu, Fraksi Partai Gerindra mendukung penuh atas kebijakan yang diambil Pemprov Babel untuk menghadirkan alat tersebut.

“Kalau ada yang kaget karena ini (PCR) ada unsur bisnisnya, terus salahnya di mana? Kan tidak masalah ada unsur bisnis, yang penting pajak jelas dan pertanggungjawabannya jelas,” kata Ketua DPC Gerindra Kabupaten Beltim tersebut.

Beliadi pun menegaskan, bahwasannya tidak ada unsur-unsur melanggar aturan terkait kehadiran PCR. Semua barang, baik sewa atau beli pasti ada unsur bisnis.

“Apa masalah? yang jadi masalah, misal sewa Rp2 Milyar lalu di- mark up Rp3 Milyar, kemudian pajak cuma bayar Rp2 Milyar, itu masalah. Beli pun kalau e-katalog, misal Rp10 Milyar dan pembayaran pajak sesuai, ada unsur bisnisnya, juga dak ada masalah. Masa orang beli alat mahal-mahal kita mau pakai gratis, malu dong. Orang juga dak bakal kasih,” tukasnya.

Oleh karena itu, Beliadi menilai tidak ada masalah dengan PCR, asal pajak dan barangnya jelas dan bermanfaat. “Ini (pandemi COVID-19), saat emergency begini langkah harus cepat. Jika tidak ada alat ini, sample swab dikirim ke Jakarta dan perlu berminggu-minggu baru keluar hasil tes, keduluan orangnya meninggal dan hasil tes baru keluar,” ujarnya.

Lalu, kata Beliadi, sementara hasil tes swab belum keluar, yang sakit sudah menularkan kemana-mana. “Sekarang, kira-kira penting nyawa manusia atau sewa alat untuk menolong nyawa manusianya?” sergahnya.

Menurut Beliadi, untuk situasi seperti saat ini, jangankan cuma sewa di Surabaya, kalau tidak ada alatnya di Indonesia dan adanya di Amerika atau Arab, bahkan China, sekalipun harus sewa dari sana, maka bukan tidak mungkin disewa dari sana.

“Apa masalah? Asal pajak dibayar sesuai , kewajiban ke negara tidak dilanggar. Beres, kan?” pintasnya.

Selanjutnya terakit mahalnya biaya untuk sekali tes swab, yaitu Rp2,5 juta dan dibayar sahabat-sahabat yang menyumbang ke rekening Babel Peduli COVID-19, menurut Beliadi hal tersebut sangat pantas diacungi jempol.

“Dan, kita juga pantas angkat topi bagi pemerintah yang mampu mengambil langkah dengan tidak membebankan biaya (tes swab) dari kas Negara. Ini langkah yang patut diapresiasi. Langkah seperti ini yang penting nanti dipertangungjawabkan secara benar,” ujarnya.

Lebih lanjut Beliadi menilai langkah yang dilakukan Pemprov Babel sudah bagus alias keren. “Lanjutkan saja, apalagi saya dengar sekarang sudah 28 orang positif COVID-19 di Babel, tentu alat ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Ia pun bersyukur, Pulau Belitong saat ini sedang berjuang dan tinggal selangkah menuju zona hijau COVID-19. “Kalau yang terpapar virus corona bertambah, saya malah mau minta Pemprov Babel agar menyewa satu lagi untuk di Belitung. Oke ya gitu aja saya kira, terima kasih,” tutup Beliadi .

Reporter: jb02
Editor: sue