Seleknas by Data di 4 Maret 2021 : Sekretaris Askab PSSI Belitung: Karena Pandemi Covid-19

oleh -
Seleknas by Data di 4 Maret 2021, Sekretaris Askab PSSI Belitung, Karena Pandemi Covid-19 (1)
Sekretaris Askab PSSI Belitung, Sugianto.

BELITUNG, JABEJABE.co – Seleksi Nasional (Seleknas) pembentukan Tim Nasional Sepakbola Putra U-16 dan U-19 sebagaimana Surat Edaran Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kepulauan Bangka Belitung telah dilakukan. Hal ini sebagaimana disampaikan Seketaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Belitung, Sugianto kepada media ini, Jumat (5/3/2021 ) kemarin.

Untuk diketahui, Seleknas ini merupakan pemilihan pemain muda untuk menghadapi Piala Asia U-16 tahun 2022 di Bahrain yang juga merupakan kualifikasi Piala Dunia U-17 tahun 2023 di Peru, serta Piala Asia U-19 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia.

Pelaksanaan seleksi yang dilakukan Askab Belitung menindak lanjuti Surat Edaran yang disampaikan Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bangka Belitung pada 3 Maret 2021 lalu.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut, Asprov PSSI Kepulauan Babel meminta Askab PSSI Belitung agar memberikan data pemain terbaik untuk tahun kelahiran 2003-2004 (U-19) dan tahun kelahiran 2006-2007 (U-16) maksimal 5 orang dari kategori U-19 dan 5 orang dari kategori U-16.

Menurut Sugianto, masa pandemi Covid-19 saat ini jadi bahan pertimbangan untuk melakukan Seleknas. Ia mengakui bahwasannya Surat Edaran Seleknas tersebut memang tidak diedarkan kepada klub-klub yang ada di wilayah Belitung, di bawah naungan Askab PSSI Belitung.

“Pertimbangan ini karena banyak yang terdampak akibat covid-19. Kami takut kalau ada apa-apa yang terjadi kepada anak-anak yang ikut seleksi nantinya,” kata Sugianto saat dihubungi media ini via WhatsApp.

Sugianto mengatakan bahwa seleksi tersebut sudah selesai dilakukan pada Kamis 4 Maret 2021 berdasarkan data yang ada di Askab PSSI Belitung.

“Iya, sudah selesai kita seleksinya, untuk U-16 dua orang dan U-19 satu orang,” kata Sugianto.

Tiga pemain yang lolos Seleknas berdasarkan data yang ada di Askab PSSI Belitung yaitu Yudha Agustian untuk U-16 dan dua pemain U-19 yakni Dirly Alfindo dan M. Faisol Alju’i.

Menurut Sugianto, data yang ada pada pihaknya saat ini adalah data pemain hasil seleksi dari klub-klub yang tergabung dalam Tim Askab PSSI Belitung dan pernah mereka kirim ke tingkat nasional.

“Jadi kalau yang belum pernah ke (Tingkat) nasional, untuk sementara tidak diikut sertakan,” jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Sugianto, sesuai arahan Asprov bahwa yang mengikuti seleksi harus yang sudah pernah berlaga di Tingkat Nasional, serta ditambah dengan persyaratan lainnya.

“Untuk Askab PSSI Belitung sesuai dengan petunjuk Asprov PSSI Babel,” imbuhnya.

Dijelaskan Sugianto, penilaian tersebut berdasarkan skill (Kemampuan), postur tubuh dan persyaratan lainnya seperti disiplin saat latihan dan bertanding kemarin.

“Jadi, hasil atau data itulah yang kita sampaikan ke Asprov,” ujarnya.

Keterangan Sugianto pun diaminkan Niko, pelatih di bawah naungan Askab PSSI Belitung.

Menurut Niko, Seleknas tersebut melalui data saja, dan kebetulan data pemain-pemain yang pernah berlaga di nasional masih dipegang olehnya.

“Karena apa? Ketika Asprov minta data secara langsung, tidak perlu lama untuk mengirimkan data tersebut,” ujarnya.

Masih senada dengan Sugianto, Niko pun sependapat bahwa kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan digelarnya seleksi tatap muka. Ditambah lagi, PSSI pusat saat ini membutuhkan data segera terkait seleksi tersebut.

Niko bahkan menyangkal jika Askab terkesan menutup-nutupi kesempatan bagi anak-anak Belitung untuk berkompetisi dan mengikuti Seleknas kali ini.

“Karena masa pandemi ini Askab tidak berani melakukan seleksi tatap muka yang mengakibatkan kerumunan atau mengumpulkan banyak para pemain,” terang Niko.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *