Apa Kaitan antara Geotourism, Geopark dan Geographic Tourism?

by -
Apa Kaitan antara Geotourism, Geopark dan Geographic Tourism (2)
Beberapa wisatawan asal Jakarta saat mengunjungi Pulau Kelayang di Belitung dan berpose di atas bebatuan granit yang berusia ratusan juta tahun. Foto: Doc Jabejabe.co.

JABEJABE.co – Istilah “geotourism” atau geowisata pertama kali dipublikasikan oleh Travel Industry Association of America and National Geographic Traveler Magazine pada tahun 2002 (Alan, 2002). Di mana definisi geowisata kala itu yang diusung adalah wisata yang berkelanjutan, atau dapat meningkatkan karakter geografi suatu kawasan seperti budaya, lingkungan, warisan serta perilaku baik yang dimiliki penduduk setempat (Tourtellot, 2000).

Geowisata ini adalah salah satu aktivitas inti dari geopark yang mana berada di bawah payung geographic tourism (wisata geografis). Dalam hal ini menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi akan terjadi sebagai imbas dari aktivitas berwisata.

Sebaliknya, Geopark adalah faktor kunci dalam pengembangan geowisata yang mana dengan geowisata, geopark akan mampu memaksimalkan geowisata dalam upaya meningkatkan ekonomi lokal serta edukasi berkaitan dengan keragaman geologi.

Geopark juga mendorong pengusaha wisata lokal dan industri hotel untuk terlibat dalam geowisata dan geo marketing (Farsani et al, 2006).

Sumber: Garumedang Tektites Geosite
Editor: Subrata