Sebut Pejuang Olahraga Itu Patriot, Amin Nurachman: Patriot Itu Sportif

oleh -
Sebut Pejuang Olahraga Itu Patriot, Amin Nurachman, Patriot Itu Sportif

Reporter: mdx | Editor: sue

BELITUNG, JABEJABE.co – Ketua KONI Kabupaten Belitung, Amin Nurachman sangat menyesalkan terjadinya insiden atau konflik dalam pertandingan futsal yang belum lama ini terjadi pada turnamen futsal yang digelar di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Karena menurut Amin, seharusnya olahragawan ini menjunjung sportivitas. “Kalau mengerti arti sportif, itu (insiden) tidak terjadi, apalagi pejuang olahraga itu disebutnya patriot,” ujar Amin saat ditemui jabejabe.co, Sabtu (26/2/2022).

Artinya perlu ditanamkan jiwa patriot olahraga. Kalau patriot itu sportif, kalau sportif semua yang mau bertanding seharusnya tidak boleh ada yang marah, semuanya harus baik, harus minta maaf, supaya semuanya berjalan lancar sampai selesai.

Memang, ia pun tak menampik jika konflik yang terjadi bukan semata-mata dari pemain, dalam hal ini mungkin saja ada campur tangan dari penonton atau dari pendukung.

“Kemudian pertandingan apapun di kompetisi itu pasti panas, semua merasakan ingin menang, karena target di suatu kompetisi itu pasti ingin jadi pemenang,” ujarnya.

Bahkan, event pertandingan bela diri yang jelas-jelas bertinju, penontonnya pun tidak boleh panas, karena kejadian di atas ring.

“Banyaknya kejadian seperti itu pada dasarnya adanya ketidakpuasan, baik atlet, penonton, official terhadap pihak penyelenggara, biasanya begitu. Terkadang tidak yakin dengan wasit, hakim garis, nyebut ini disogoklah, apalah, mungkin itu biasa dalam pertandingan,” bebernya.

Tapi sekali lagi tolong, imbuh Amin, kegiatan olahraga jangan dirusak dengan hal-hal yang seperti itu. “Kalau terjadi itu, malu kita selalu dibilang Tarkam (Tanding antar kampung), itulah jadinya kita gak pernah maju-maju, kita selalu dianggap main kampungan terus,” sebutnya.

Lebih lanjut Amin menyebutkan bahwa hal ini sangat perlu menjadi perhatian dan sebenarnya sudah ada regulasi untuk penonton, hukuman untuk klub atau kelompok, juga supporter yang melakukan kegiatan anarkis.

Terlepas dari itu, ia pun mengajak agar semuanya professional. Menurutnya kalaupun ada ketidakpuasan, itu bisa diselesaikan dan ada mekanismenya.

“Ada mekanisme protes, jadi tidak perlu diselesaikan dengan baku hantam di lapangan. Misalnya tidak puas dengan wasit, kita bisa melaporkan ke Komdis (Komisi Disiplin) dengan bukti-bukti, atau ada yang curang, kita bisa protes itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Tinjau Sunatan Massal dan Operasi Katarak di Belitung, Kapolda Anang Harap Baksos Bisa Terus Berlanjut

Di Indonesia, kata Amin, ada organisasi yang menaungi bidang olahraga futsal, yakni Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK), sehingga aturan pertandingan itu dilaksanakan sesuai aturan organisasi itu.

“Tapi ingat bagi anggotanya, seperti di Kejuaraan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi), futsal ini di bawah naungan AFK, tidak di bawah PSSI, dia sudah berdiri sendiri. Nah, artinya aturan-aturannya AFK,” kata Amin.

Karenanya menurut Amin, pihak penyelenggara turnamen mesti jelas aturan yang dipakai aturan apa, acuannya ke mana, lalu jika tidak puas protes arahnya ke mana.

“Dan, bagi penyelenggara kegiatan, tentu harus mengikuti rekomendasi AFK,” tambahnya.

Terlepas dari peristiwa yang sudah terjadi, Amin mengajak agar semuanya berbenah. “Kita tidak bilang pihak penyelenggara ataupun organisatoris yang punya organisasi itu tidak salah ataupun penonton juga, ini siapa yang salah, bukan begitu, bukan untuk mencari salah,” kata Amin.

“Pesan saya, junjung tinggi jiwa patriot, kita ini olahragawan, sportivitas yang paling penting. Dan, bagi siapapun itu yang melakukan pelanggaran dalam suatu kompetisi lalu membuat kisruh, lebih baik di-cut, karena sudah pasti sangat merugikan berbagai pihak,” tutupnya.*

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.