Cerita Tentang Orasi Hingga Diseret ke Pengadilan, Syarifah Amelia Sebut Kasus yang Menimpanya Terasa Janggal

by -
Cerita Tentang Orasi Hingga Diseret ke Pengadilan, Amel Sebut Kasus yang Menimpanya Terasa Janggal (1)
Suasana konferensi pers di Rahat Icon, tampak Kuasa Hukum Paslon berAKar, Marihot Tua (kiri), Syarifah Amelia (tengah), dan perwakilan pihak keluarga Amel, yakni Lukman Hidayat (kanan). Foto: Faizal/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, hari ini, Syarifah Amelia akan duduk dipersidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungpandan atas dugaan kasus melanggar Pasal 69 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pilkada, Selasa (24/11/2020).

Ketua Tim Relawan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur nomor urut 1 tersebut mengaku ada yang janggal dalam kasus yang menimpa dirinya.

Hal itu diungkapkan Syarifah Amelia ketika mengadakan konferensi pers yang didampingi pihak keluarga dan kuasa hukumnya dari Kantor Advokat Marihot Tua Silitonga di Hotel Rahat Icon, Simpang Rahat, Tanjungpandan, Senin (23/11/2020).

Dikatakannya, orasi yang menjeratnya hingga ia menjadi tersangka adalah orasi harapan agar pasangan calon yang diusungnya tersebut menang.

Bunyi orasi hingga ia bisa terjerat kasus hukum itu adalah pada saat ia melakukan kampanye dialogis secara resmi di Kecamatan Simpang Renggiang pada 14 Oktober lalu, yang tentunya dihadiri juga oleh pihak Panwaslu.

Dalam orasinya, wanita yang akrab disapa Amel ini mengatakan, “Karena kalau bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang akan numor..?” yang langsung disuarakan secara serentak oleh audience dengan menjawab “Satu”.

Amel juga pada waktu itu mengajak pemilih yang hadir untuk memilih pasangan nomor urut 1 dengan harapan dan komitmen agar Pilkada di Belitung Timur Luber Jurdil.