Alat Pemeriksaan Covid di Belitung Diduga Ilegal, DPRD Rencana Bentuk Pansus

by -
Alat Pemeriksaan Covid di Belitung Diduga Ilegal, DPRD Rencana Bentuk Pansus (1)
Gedung DPRD Kabupaten Belitung.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – DPRD Kabupaten Belitung akan mengadakan rapat pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mempertanyakan serta menyelidiki alat – alat pemeriksaan Covid-19 di Kabupaten Belitung, khususnya untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Marsidi Judono, Selasa (25/8/2020).

Pihak DPRD Kabupaten Belitung menilai, ada dugaan alat yang digunakan untuk pemeriksaan Covid-19 di RSUD Marsidi Judono tersebut ilegal.

Pernyataan tersebut dilontarkan juga saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belitung dengan Agenda Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD perubahan tahun Anggaran 2020, Selasa (25/8/2020).

“Ini patut kita telusuri karena dalam Surat Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan pengendalian Covid 19, RSUD Marsidi Judono tidak terdaftar dalam Laboratorium Pemeriksaan Covid 19,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Suherman.

Lebih lanjut dijelaskannya, hal ini diketahui dalam Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 halaman 189 poin 12 terdapat Daftar Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 yang sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/214/2020 dan No. HK.01.07/MENKES/216/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Covid-19.

Pada daftar tersebut, untuk wilayah Bangka Belitung hanya tiga yang terdaftar yakni RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, UPTD BLK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan RS Bakti Timah Bangka Belitung. Sedangkan untuk RSUD Marsidi Judono tidak masuk dalam daftar.

“Itu tidak dianjurkan (masuk dalam daftar, red) di Kemenkes berarti bisa dibilang ilegal,” tegasnya.

Kecurigaan alat yang diduga ilegal tersebut juga dilontarkan Wakil Ketua II, DPRD Kabuparen Belitung, Hendra Pramono. Menurutnya, saat ada 3 (tga) orang anggota DPRD Kabupaten Belitung yang dinyatakan Positif Covid-19 saat melakukan swab PCR.

Di mana diketahui kata pria yang akrab disapa Een ini, tiga orang yang dinyatakan positif tersebut, berbeda komisi dan juga komunitas yang dalam artian jarang bertemu.

“Jika memang benar mereka positif ? Kenapa tidak ada satu orangpun yang berada di dekat mereka yang ikut terpapar? Jadi ada apa dengan alat ini ,” kata Een.

“Siang ini akan kita rapatkan untuk pembentukan Pansus ini,” tambah Een.

Reporter: Faizal
Editor : sue