Alami Stroke Berulang dan Gagal Ginjal, Pasien Covid-19 di Belitung Ini Meninggal Dunia

by -
Stroke Berulang dan Gagal Ginjal, Pasien Covid-19 di Belitung Ini Meninggal Dunia (1)
Ilustrasi (net).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Pasien 1455 Konfirmasi Positif Covid-19 meninggal dunia di Ruangan Intensif Isolasi Covid-19 RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung, sekitar pukul 22.10 WIB, Rabu (30/9/2020).

Kebenaran informasi ini sebagaimana disampaikan H. Sahani Saleh, S.Sos, selaku Bupati Belitung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belitung, Kamis (1/10/2020).

Menurut Sanem, sapaan akrab Bupati Belitung, pasien 1455 meninggal setelah dilakukan perawatan intensif di Ruang Isolasi ICU selama 10 (Sepuluh) hari. Dengan penyakit komorbid kencing manis, dan stroke berulang.

“Selama dalam perawatan kondisi Pasien 1455 kritis, penurunan kesadaran, gagal ginjal akut, dan disfungsi multi organ, sehingga harus mendapatkan tindakan medis berupa bantuan nafas dengan ventilator dan cuci darah,” ujar Sanem.

Selanjutnya, kata Sanem, terhadap jenazah pasien Covid-19 tersebut telah dilakukan pemulasaran jenazah dan pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku, dan juga telah dimakamkan pada Pukul 07.00 WIB, Kamis 1 Oktober 2020.

Pada kesempatan ini, disampaikan oleh Sanem bahwa Laboratorium Biomedis RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung telah melakukan uji PCR Spesimen Swab tenggorokan pada pasien dengan alat TCM kepada sebanyak 11 (Sebelas) orang, dengan hasil 2 (Dua) orang pasien baru Konfirmasi Positif Covid-19, 1 (Satu) orang pasien Follow Up dan sisanya sebanyak 8 (Delapan) orang hasil tes negative.

Stroke Berulang dan Gagal Ginjal, Pasien Covid-19 di Belitung Ini Meninggal Dunia (21)

Dijelaskannya, pasien 1498 adalah seorang Laki-Laki berusia 57 (Lima Puluh Tujuh) tahun. Pada Tanggal 30 September 2020, Pasien 1498 melakukan pemeriksaan Rapid Test di salah satu rumah sakit swasta di Tanjungpandan untuk persyaratan perjalanan pulang kembali ke Jakarta, hasil tes dinyatakan Reaktif.

“Selanjutnya, Pasien 1498 dirujuk untuk melakukan pemeriksaan Swab PCR di Laboratorium Biomedis RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung pada Tanggal 1 Oktober 2020, hasil test dinyatakan bahwa pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19. Pasien 1498 datang dari Jakarta pada Tanggal 4 September 2020 dan saat ini pasien menjalani isolasi mandiri,” kata Sanem.

Selanjutnya, Pasien 1500 adalah seorang Laki-Laki berusia 50 (Lima Puluh) tahun yang baru datang dari luar daerah. Pasien tersebut diminta oleh kantornya untuk melakukan pemeriksaan Rapid Test, dan didapatkan hasilnya Reaktif, sehingga pasien tersebut dirujuk untuk pemeriksaan Swab PCR di RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung dan saat ini pasien dalam penanganan Dinas Kesehatan.

“Kembali saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Belitung untuk dapat mematuhi dan melaksanakan Protokol Kesehatan selama beraktivitas,” ujarnya.

Sanem pun menegaskan, keseriusan Pemkab Belitung untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Belitung dibuktikan dengan melakukan revisi atas Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Dalam Masa Pandemi Corona Disease 2019 di Kabupaten Belitung.

“Revisi atas aturan tersebut, dituangkan kembali dalam Perbup Nomor 43 Tahun 2020, yang mana dalam Perbup ini ditambahkan aturan terkait pemberian sanksi bagi masyarakat yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Kesehatan,” jelasnya.

Sanksi ini sebagaimana tertuang pada Pasal 14 Ayat 1 (Satu) bahwa bagi masyarakat atau pihak-pihak yang melanggar SOP Protokol Kesehatan akan diberikan sanksi berupa: Teguran Lisan, Kerja Sosial, dan Denda Administratif sebesar Rp.50.000,00 (Lima Puluh Ribu Rupiah). (jb)

Editor: sue