Aksi Wikwik Dua ABG Membalong Tercium Ortu Gara-gara “Sandal Asing”

oleh -
Aksi Wikwik Dua ABG Membalong Tercium Ortu Gara-gara Sandal Asing
Pelaku persetubuhan anak di bawah umur. Foto: Istimewa/ Humas Polsek Membalong Polres Belitung.

BELITUNG, JABEJABE.co – Aksi Wikwik atau istilah yang lagi trend dari kata persetubuhan, terjadi atas dua anak di bawah umur di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Pelaku, sebut saja bukan nama sebenarnya, Gentong (17), dan korban yaitu Kuntum (Juga bukan nama sebenarnya) merupakan gadis berusia 13 tahun. Kedua ABG (Anak Baru Gede) ini sama-sama berasal dari Kecamatan Membalong.

Kronologi diketahuinya hubungan laik pasangan suami istri oleh dua muda-mudi usia bawah umur ini berawal dari keheranan orang tua laki dari si anak perempuan yang merasa heran ada “sandal asing” parkir di depan pintu rumahnya pada Minggu (14/11/2021) sekitar pukul 01.30 WIB.

“Dugaan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur ini terjadi di kamar korban, adapun peristiwa tersebut diketahui setelah ayah korban dan istrinya melihat tersangka (Gentong) berada di dalam kamar anak mereka,” ujar Kasat Reskrim Polres Belitung, Edi Purwanto, Kamis (18/11/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Edi, saat itu ayah korban curiga ada orang lain di kamar anaknya setelah melihat sandal yang tidak dikenalnya.

“Melihat hal itu maka ia menyuruh istrinya untuk menggedor pintu kamar anaknya, namun sekitar 10 menit kemudian barulah pintunya dibuka,” ungkap Iptu Edi.

Setelah pintu kamar dibuka, pada saat itulah mereka mendapati tersangka bersembunyi di balik pintu kamar.

“Setelah diintrograsi oleh orang tua korban tentang apa yang dilakukannya, saat itu dan pelaku mengakui jika telah melakukan perbuatan tersebut,” imbuh Iptu Edi.

Diketahui, saat itu korban dan pelaku berada di bawah pengaruh minuman mengandung alkohol yang mereka minum pada saat berada di lapangan motocross Desa Kembiri, sebelum mereka pulang ke rumah si anak perempuan.

“Mendengar pengakuan tersangka tersebut, maka ortu korban datang ke Polsek Membalong guna melaporkan peristiwa tersebut,” kata Iptu Edi.

Sementara itu dari hasil peyelidikan, diketahui bahwa perbuatan tersebut dilakukan sebanyak lima kali di waktu dan tempat yang berbeda.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bukti dan hasil visum et refertum serta adanya persesuaian keterangan saksi – saksi, maka penyidik Reskrim Polsek Membalong dan di-back up unit PPA Sat Reskrim Polres Belitung telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan terhadapnya dilakukan penahanan di rumah tahanan Polsek Membalong.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *