Aksi Solidaritas 1000 Tandatangan Untuk #BebaskanAmel #SaveAmel

by -
Aksi Solidaritas 1000 Tandatangan Untuk #BebaskanAmel #SaveAmel (1)
Syarifah Amelia (Berjilbab) saat memberikan sambutan terima kasih kepada saudara dan rekan-rekan yang datang ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan untuk memberikan dukungan, Selasa (1/12/2020). Foto: ES.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Satu goresan tanda-tangan sungguh sangat berarti bagi kemajuan Demokrasi dan Perjuangan POLITIK BERSIH, demi keamanan dan kenyamanan semua berpendapat ke depannya. Dan Jadilah bagian dari SEJARAH kebangkitan rakyat yang melawan dan menolak penyalahgunaan Hukum untuk mengebiri kenyamanan berpendapat.

Hal di atas sebagaimana dikatakan Lukman Hidayat, Koordinator Aksi Solidaritas 1000 Tandatangan untuk Syarifah Amelia, Terdakwa dugaan pelanggaran Pasal 69 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, Selasa (1/12/2020).

Digelar di Halaman Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Jl. Sriwijaya Kecamatan Tanjungpandan Belitung, aksi ini dilakukan dengan mematuhi protokoler kesehatan, memakai masker, menjauhi kerumunan serta kedatangan massa yang secara bergantian.

Aksi Solidaritas 1000 Tandatangan Untuk #BebaskanAmel #SaveAmel (3)
(Dari kiri ke kanan) mantan Komisioner KPU Kota Pangkalpinang Wahyu Gusna, Anggota DPRD Bangka Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Apri Panzupi, dan Dede Purnama Alzulami Anggota DPRD Prov. Kep. Babel dari PPP saat membubuhkan tandatangan sebagai bentuk solidaritas pada Amel, Selasa (1/12/2020). Foto: ES.

Dukungan moral terhadap Syarifah Amelia pun mulai berdatangan satu per satu dari segala penjuru Pulau Belitong di Halaman Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Mereka berdatangan untuk membubuhkan tanda tangan di selembar kain putih ber-taggar #Bebaskan Amel.

Terkait aksi ini, Anggota DPRD Bangka Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Apri Panzupi, Dede Purnama Alzulami Anggota DPRD Prov. Kep. Babel dari PPP, dan mantan Komisioner KPU Kota Pangkalpinang Wahyu Gusna sengaja datang untuk menunjukkan solidaritasnya. Ketiganya serentak melakukan penandatanganan di kain putih tersebut.

Salah satu warga asal Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Ocid, bahkan menggunakan topi berwarna cream dengan taggar #Bebaskan Amel. Ia menyengaja datang hanya untuk menunjukkan solidaritas dan membubuhkan tandatangan.

Sementara itu, Syarifah Amelia saat dimintai pendapatnya terkait aksi ini mengaku terharu.

“Bagi aku sendiri, cara kita ngukur rekam jejak kita, bahwa apa yang kita lakukan benar atau tidak adalah dengan melihat jejak-jejak apa yang sudah kita lakukan,” kata Amel.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau hal-hal yang selama ini dia lakukan adalah hal buruk seperti menghina, menghasut seperti yang dituduhkan, maka tidak mungkin saudara dan kawan-kawan menunjukkan solidaritas seperti yang kini terjadi.

“Namun kedatangan mereka merupakan bukti aku tidak seperti itu,” tukas Amel.

Amel pun masih dengan semangat memberikan apresiasi ucapan terima kasih bagi saudara dan rekan-rekan di Halaman Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Aksi solidaritas dengan membubuhkan tanda-tangan dukungan berlangsung hari ini, Selasa (1/12/2020) hingga besok, Rabu (2/12/2020) saat sidang pembacaan putusan oleh Hakim. (*/)

Editor: Sue