Mabuk Laut dan Tak Makan Beberapa Hari, ABK Kapal Asal Jakarta Meninggal Dunia

by -
Mabuk Laut dan Tak Makan Beberapa Hari, ABK Kapal Asal Jakarta Meninggal Dunia - A1

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan meninggal dunia di dalam kapal yang bersandar di Pelabuhan Pelindo II Tanjungpandan, Selasa (23/2/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

ABK laki-laki yang diketahui bernama Rahardyan Bayu Pratama (25) tersebut merupakan warga Sleman Yogyakarta.

Kasat Polairud Polres Belitung, AKP M Syarifuddin Ginting, mengungkapkan kejadian bermula pada saat KM. Varia Fortuna berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta pada tanggal 19 Februari 2021 menuju ke Natuna Prov. Kepulauan Riau. Namun, setelah setengah perjalanan salah satu ABK yaitu korban mabuk laut dengan keluhan Badan lemas dan Muntah.

“Melihat kejadian tersebut Kapten Kapal yaitu Abdul Rochffi’i memutuskan untuk menghentikan perjalanan tersebut dan sempat singgah di Pulau Gersik Kecamatan Selat Nasik untuk melaksanakan pengobatan terhadap korban,” ujar Ginting.

Namun, lanjut Ginting, karena tidak ada di Puskesmas di Pulau Gersik Kecamatan Selat Nasik tersebut, sehingga diarahkan oleh pihak Puskesmas Selat Nasik untuk ke Tanjungpandan. Kemudian belum sempat sampai di Pelabuhan Tanjungpandan, korban sudah meninggal dunia di Perjalanan.

Saat ini Korban dibawa ke RSUD H. Marsidi Djudono oleh Unit Inafis Sat Reskrim Polres Belitung, dan didampingi oleh Kapten Kapal untuk dilakukan VER (Visum Et Revertum).

Hal senada juga disampaikan Kapten Kapal KM. Varia Fortuna, Abdul Rochffi’i, yang menyebutkan bahwa pihaknya berangkat pada Jumat (19/2/2021) pukul 22.00 WIB dari Muara Baru untuk tujuan Provinsi Kepulauan Riau.

“Kemudian besoknya, Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB saudara Bayu (Alm) sudah tidak mau makan sampai hari berikutnya, Minggu (21/2/2021) dan siangnya sekitar pukul 12.00 WIB keadaan Bayu sudah tambah parah,” ujar Rochffi’i.

Selanjutnya pada Senin (22/2/2021) yakni sekitar pukul 14.00 WIB, pihak kapal mencari pertolongan di Pulau Gersik, namun hanya dikasih obat oleh mantri dan di suruh ke Tanjungpandan.

“Pukul 20.00 WIB langsung ke Pulau Pandan (Tanjungpandan) dan sampai tujuan pukul 04.00 dini hari serta menunggu sampai pukul 08.30 WIB. Kemudian sesudah diberi makan dan obat, saudara Bayu sesak nafas sesak dan pukul 08.45 WIB nafas saudara Bayu berhenti (Meninggal dunia),” kata Rochffi’i.

Sementara itu usai melakukan pemeriksaan, Kepala instalasi RSUD H Marsidi Judono, dr. Gunawan Nata Kurrahman mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar, terhadap jenazah tidak ada tanda – tanda tindak kekerasan. ***