Abah Pulang Kampung, Tahu Sumedang Simpang Tiga Beltim juga Terimbas COVID-19

oleh -
Abah Pulang Kampung, Tahu Sumedang Simpang Tiga Beltim juga Terimbas COVID-19
Terimbas COVID-19 secara ekonomi, sejak 1 April 2020, pemilik usaha Tahu Sumedang di Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Renggiang Beltim ini menutup sementara usahanya. Foto: Jabejabe News/sue.

SIMPANG RENGGIANG, JABEJABE.co – Siapa yang tidak kenal dengan Tahu Sumedang Pak Bendang Sukmaya di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur. Rasanya siapa saja yang pernah melewati “Jalan Tengah” yang membelah Pulau Belitong ini tentu tahu dengan Tahu Sumedang ini.

Ada rasa kangen juga ingin menikmati tahu tersebut, namun belakangan tutup. Usut punya usut Tahu Sumedang tersebut, secara ekonomi, juga terkena imbas pandemik Coronavirus Disease (COVID)-19.

Jabejabe News sempat penasaran juga sebelumnya. Kemudian melalui informasi rekan, akhirnya media ini bisa menghubungi Pak Bendang via whatsapp.

Menurut Abah, demikian Pak Bendang akrab disapa, sejak tanggal 1 April 2020, warungnya sudah tutup. Hal ini bukan tanpa alasan, penurunan omset yang signifikan terjadi pada usahanya.

“Kalau waktu normal (sebelum pandemik COVID-19) omset biasanya Rp 3 juta – Rp 4 juta per hari, namun saat ini omset Rp500 ribu per hari,” kata Abah yang saat ini sudah kembali ke Jawa Barat saat dihubungi jabejabe.co baru-baru ini.

Bahkan, menurut pria kelahiran Sumedang tersebut, pendapatan pada hari Sabtu dan Minggu bisa lebih, dua kali lipat.

Ia berusaha tak mengeluh, namun kondisi saat ini mengharuskannya menutup sementara usaha Tahu Sumedang miliknya.

“Hanya kisaran Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari (Sejak Pandemik COVID-19), biaya operasional saja tidak cukup, belum lagi harus menggaji sepuluh karyawan,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwasannya kedelai untuk membuat Tahu Sumedang tersebut berasal dari Amerika.

Oleh karenanya, Abah memutuskan untuk memulangkan karyawannya. Ia tidak ingin berspekulasi terlalu tinggi dalam kondisi saat ini.

“Dari pada nombok, mendingan Abah pulangin yang kerja,” ujarnya.

Abah pun tak bisa mengira-ngira kapan akan kembali membuka usahanya. Ia juga berharap para pengambil kebijakan bisa memperhatikan pengusaha seperti mereka agar bisa kembali berusaha seperti sedia kala. (sue)

 

Editor: jb02

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Juga:  Pembuat dan Penjual Tuak di Selinsing Divonis Rp7,5 Juta Subsider 3 Bulan Kurungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *