9 dari 10 Pasien Covid Beltim Isolasi di Rumah, Simak Penjelasannya

by -
9 dari 10 Pasien Covid Beltim Isolasi di Rumah, Simak Penjelasannya (2)
Suasana rapat pembahasan penanganan Covid-19 dari zona hijau ke zona merah di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin (27/7/2020)

Isolasi Mandiri Pasien COVID Sudah Sesuai Pedoman

MANGGAR, JABEABE.co – Sebanyak 9 orang dari 10 pasien yang terkonfirmasi positif COVID 19 di Kabupaten Belitung Timur masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kondisi kesehatan 9 orang yang merupakan pasien terkonfirmasi tanpa gejala tersebut masih baik sehingga tidak perlu isolasi atau perawatan di ruang isolasi khusus RSUD Beltim.

Meski menjadi pro dan kontra di masyarakat, namun tindakan ini dianggap sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID 19 Revisi ke-5. Dalam pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI dinyatakan jika pada prinsipnya pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tanpa gejala maupun pasien terkonfirmasi COVID-19 yang mengalami sakit ringan sama sekali tidak memerlukan rawat inap di Rumah Sakit, tetapi pasien harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Yulhaidir mengatakan sesuai dengan pedoman tersebut, hanya pasien COVID-19 yang sakit sedang, sakit berat, kondisi kritis, dan pada kondisi tertentu yang harus dirawat di RSUD.

“Dalam pedoman itu sudah tergambar semua. Mana yang pasien kategori suspect, mana yang terkonfirmasi dengan gejala, dan mana yang tanpa gejala berikut tindakan yang harus dilakukan,” jelas Yulhaidir seusai Rapat Penanganan COVID 19 di ruang Rapat Bupati Beltim, (27/7/2020).
Diakui Yulhaidir adanya perubahan aturan tersebut membuat masyarakat bingung. Untuk itu dalam waktu dekat Dinkes PPKB bersama pihak kecamatan dan Desa akan melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait aturan terbaru itu.

“Dulunya kok masuk ke karantina khusus, sekarang dak dipakai lagi. Ternyata memang sekarang menurut aturannya, karantinanya betul-betul karantina di rumah,” ungkap Yulhaidir.

Namun Yulhaidir menegaskan tidak menutup kemungkinan, pasien terkonfirmasi tanpa gejala dan yang mengalami sakit ringan bisa saja diisolasi di tempat yang disiapkan. Tergantung kondisi lingkungan rumah atau adanya aturan isolasi yang dilanggar.

“Kalau lingkungan rumahnya tidak memungkinkan dengan jumlah anggota keluarga yang terlalu banyak, sikulasi atau ventilasi udara yang tidak memadai dan kondisi lain yang tidak memadai. Nanti Desa atau Kecamatan akan menyiapkan tempat isolasi khusus,” ujar Yulhaidir.

Langgar Isolasi Mandiri, Pasien COVID Ditaruh Tempat Khusus

Wakil Bupati Belitung Timur Burhanuddin menghimbau agar pasien terkonfirmasi positif COVID 19 dapat mematuhi aturan tentang isolasi mandiri dan tetap berada di dalam rumah. Jika membandel pasien akan dibawa ke lokasi khusus yang disiapkan oleh Pemkab Beltim.

Ketegasan itu disampaikan Aan, sapaan akrab Burhanuddin menanggapi adanya salah seorang pasien terkonfirmasi COVID 19 yang berada di luar rumah saat isolasi mandiri. Foto pasien yang diduga sedang menyapu di halaman rumahnya viral dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kan kalau gitu sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Kalau dia tengkaran (membandel-red) kita isolasi di Pemda,” tegas Aan seusai memimpin Rapat Penanganan COVID 19 di ruang Rapat Bupati Beltim, Senin (27/7/2020).

Aan menekankan meski dalam aturan baru Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID 19 Revisi ke-5 diatur bahwa pasien bisa diisolasi di rumah sendiri, namun jika pasien COVID 19 melanggar aturan bisa saja ditempatkan di lokasi khusus yang diawasi ketat oleh pemerintah.

“Kita minta kepada masyarakat yang diisolasi seperti yang ada di Kota Manggar ini untuk mematuhi. Nanti kita siapkan tempat khusus di Pemda ini lah, untuk mereka yang tengkaran tadi,” ujar Aan.

Lebih lanjut juga Aan mengatakan jika kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah terutama di SD dan SMP di Kabupaten Beltim akan kembali ditunda pelaksanaannya. Hal ini terkait berubahnya status Kabupaten Beltim dari Zona Hijau menjadi Zona Merah.

“Kita berharap untuk SD dan SMP yang akan diujicoba ditunda dulu sampai kita kembali ke zona hijau. Terus juga untuk SMA/ SMK yang sudah berjalan dapat dievaluasi ulang sambil menunggu keputusan Bupati Beltim,” kata Aan. (@2!)

Sumber: Diskominfo Beltim
Editor: sue