Kasus Pembunuhan di Aik Ketekok Secara Gamblang dalam 21 Adegan Rekonstruksi

oleh -
Kasus Pembunuhan di Aik Ketekok Secara Gamblang dalam 21 Adegan Rekonstruksi (2)
Beberapa adegan yang ditampilkan dalam rekonstruksi kasus Tindak Pidana Pembunuhan di Aik Ketekok, Tanjungpandan, Belitung, Senin (12/4/2021). Foto: Mdx/jabejabe.co

Ilham tiba-tiba menusukkan benda tajam ke arah betis yang mengenai betis sebelah kiri tersangka sebanyak dua kali.

Tersangka lalu (Adegan-12) menusuk korban Ilham menggunakan sebilah pisau dapur dengan tangan kanannya yang mengenai ulu hati sebelah kanan Ilham.

Setelah itu Ilham bergerak mundur ke arah dapur sambil menghalau tusukan tersangka menggunakan kaki (Adegan-13). Kemudian Winto dan Era terbangun dari tidur, setelah itu melihat Ilham yang sudah berada di depan pintu kamarnya dan tersangka yang menusuk–nusuk Ilham.

Saksi Apri terbangun dan melihat korban Ilham (Adegan-14) sudah terbaring sembari merangkak mundur dan tersangka sudah menusuk – nusuk Ilham yang kemudian diketahui APRI ketahui bahwa alat tersebut adalah pisau.

Dan pada saat kejadian tersebut tersangka mengatakan kepada korban Ilham, “Mikak pun sikit-sikit nyalaek aku Ham, sikit-sikit nyalaek aku Ham.”

Kemudian terdengar dari korban Ilham mengatakan “Ampun ampun jang, kawan jang ini, maaf jang.”

Ketika melihat darah di lantai, Apri pun langsung keluar.

Pada saat korban Ilham yang sudah terbaring sembari mundur dan menendang–nendang pelaku (Adegan-15), pada saat itu pula saksi Winto langsung memegang bahu tersangka PS dan mengatakan, “Jadila bang, ngape ini?” yang mana terdengar oleh saksi Winto saat itu korban Ilham berteriak kepada tersangka, “Jang jang, ngape jang.”

Kemudian saksi Winto keluar menghindar dari kejadian tersebut, sedangkan istri Winto yaitu Era masih di dalam kamar.

Di adegan-16, pada saat Apri dan Winto di luar, tidak lama setelah itu tersangka keluar menuju motornya dan pada saat di atas motornya pelaku mengatakan, “Eh bunuhlah” dan tersangka kembali masuk ke kontrakan tersebut.

Setelah itu, (Adegan-17) pada saat tersangka PS sudah di dalam kontrakan dan berada di dapur tersangka mengatakan kepada korban Ilham, “Tu la Ham, dak perai ngarau ini ko nak benar (Itulah Ham, kamu nggak henti-hentinya berbuat keributan, inilah kalau kamu mau yang sebenarnya).”

Tersangka kemudian langsung menusuk kembali korban Ilham dengan menggunakan tangan kanan, yang mana pada saat itu korban Ilham sembari merangkak ke arah dapur dan melakukan perlawanan dengan menendang-nendang tersangka.

Kemudian tusukan yang kedua tersangka mengenai di bagian perut sebelah kiri, kemudian ketiga mengenai dada sebelah, kemudian keempat dada sebelah kiri, kelima mengenai paha sebelah kanan, dan terakhir mengenai lutut sebelah kanan.

Setelah tersangka melihat korban Ilham sudah mengorok dan tidak berdaya, tersangka langsung keluar rumah dengan pisau yang masih berada di tangan kanannya.

Tidak lama setelah itu (Adegan-18) tersangka PS keluar dan menaiki motornya sembari memanggil sesorang bernama “Tebo” dan menoleh-noleh mencari orang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *