20 Orang Positif Covid-19 di Beltim, Dua Diantaranya Pelajar di Kelapa Kampit

by -
20 Orang Positif Covid-19 di Beltim, Dua Diantaranya Pelajar di Kelapa Kampit (1)

Usai Isolasi Mandiri, Keduapuluh Pasien Ini Sudah Dinyatakan Sembuh

MANGGAR, JABEJABE.co – Hari ini, Sabtu 23 Januari 2021 kembali diinformasikan 20 orang positif COVID-19 di Kabupaten Belitung Timur berdasarkan data Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Informasi ini sebagaimana disampaikan Sekda Beltim Drs. Ikhwan Fahrozi terkait perkembangan penanganan kasus COVID-19 di Kabupaten Belitung Timur.

Dijelaskan Ikhwan, bahwasannya pada tanggal 27, 30 Desember 2020 dan tanggal 3, 4 dan 15 Januari 2021 dilakukan pemeriksaan PCR Swab terhadap 375 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima) sample dari orang yang bergejala mengarah ke COVID-19, kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Positif COVID-19 dan pada masyarakat dengan hasil pemeriksaan Rapid Test Antigen Positif.

Kemudian, lanjut Ikhwan, sample swab tersebut pada tanggal 21, 28 Desember 2020 dan tanggal 4, 15 Januari 2021 dikirim ke Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang dan pada hari ini Sabtu tanggal 23 Januari 2021 didapatkan informasi sebanyak 24 (Dua Puluh Empat) sample swab dengan hasil 20(Dua Puluh) sample swab dinyatakan positif dan 4 (empat) sample swab dinyatakan negatif.

20 Orang Positif Covid-19 di Beltim, Dua Diantaranya Pelajar di Kelapa Kampit (2)

Sementara itu terkait informasi pasien, disampaikan Ikhwan, yang mana diantaranya Ny. FEH seorang ibu rumah tangga beralamat di Kompleks Astek Tangerang berdomisili di Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit yang bersangkutan merupakan kasus transmisi lokal.

Kemudian Ny. R seorang ibu rumah tangga beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit yang juga merupakan kasus transmisi lokal.

Selanjutnya Tn. ADNJ seorang karyawan salah satu Bank di Kecamatan Manggar beralamat di Desa Padang Kecamatan Manggar yang merupakan kontak erat dan hasil tracking dari kasus terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya.

Adapun Tn. NM seorang karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kelapa Kampit yang beralamat di Desa Selingsing Kecamatan Gantung. Kemudian Tn. MI adalah karyawan swasta beralamat di Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit, merupakan kasus transmisi lokal.

Sementara itu An. RATN adalah seorang pelajar yang beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit yang merupakan kontak erat dan hasil tracking dari kasus terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya.

Kemudian Ny. LL seorang ibu rumah tangga beralamat di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat berdomisili di Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit, yang bersangkutan merupakan kasus import (Import case).

Selanjutnya Tn. MZ seorang karyawan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kelapa Kampit yang beralamat di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, merupakan kontak erat dan hasil tracking dari kasus terkonfirmasi COVID- 19 sebelumnya.

Adapun Ny. R seorang ASN di salah satu SMUN di Kecamatan Manggar yang beralamat di Desa Lalang Kecamatan Manggar dan merupakan kontak erat dan hasil tracking dari kasus terkonfirmasi COVID- 19 sebelumnya.

Kemudian Tn. S merupakan karyawan di salah satu Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kelapa Kampit yang beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit dan merupakan kontak erat dan hasil tracking dari pasien terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya yang juga merupakan karyawan dari perusahaan yang sama.

Selanjutnya Tn. A adalah karyawan swasta beralamat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar yang merupakan kasus transmisi lokal.

Sementara itu Tn. M (42 th) karyawan swasta beralamat di Desa Kelubi Kecamatan Manggar yang merupakan kasus transmissi lokal.

Kemudian Tn M (30 th) dan Tn. PTS keduanya merupakan karyawan di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kelapa Kampit, beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit yang merupakan kontak erat dan hasil tracking dari kasus terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya yang juga merupakan karyawan di perusahaan yang sama.

Selanjutnya Nn. AE seorang mahasiswa beralamat di Desa Padang Kecamatan Manggar dan merupakan kasus transmisi lokal.

Adapun Ny. WYA beralamat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar merupakan kasus transmisi lokal.

Kemudian Tn. S merupakan karyawan di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kelapa Kampit, beralamat di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit merupakan kontak erat dan hasil tracking dari kasus terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya yang juga merupakan karyawan di perusahaan yang sama.

Sementara itu Tn. TH seorang pelajar beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit merupakan kasus transmisi lokal. Tn. A beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit yang merupakan kasus tranmisi lokal.

Dan terakhir Tn. AK beralamat di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit merupakan kasus transmisi lokal.

“Keduapuluh pasien tersebut sudah menjalani isolasi mandiri selama 20 hari dan tanpa gejala apapun, sehingga pada hari ini juga sudah dinyatakan sembuh dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa. (Sesuai Petunjuk Tekhnis Penanganan COVID-19 Revisi 5 tahun 2020, bahwa kasus konfirmasi tanpa gejala tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT- PCR. Dinyatakan selesai isolasi mandiri apabila sudah menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan specimen diagnosis Konfirmasi),” terang Ikhwan.

Diinformasikan pula oleh Ikhwan, dengan bertambahnya 20 (Dua Puluh) orang pasien terkonfirmasi ini maka di Kabupaten Belitung Timur jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi Positif COVID-19 sampai saat ini berjumlah 136 (Seratus Tiga Puluh Enam) orang, dengan perincian 128 (Seratus Dua Puluh Delapan) orang sudah dinyatakan sembuh, 8 (Delapan) orang masih menjalani isolasi mandiri.

“Sampai saat ini sebanyak 204 (Dua Ratus Empat) sample swab sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda Prov. Kep. Bangka Belitung di Pangkalpinang,” ujarnya.

Ditegaskan Ikhwan, bagi siapa saja yang pernah kontak dengan pasien Positif COVID-19 tersebut diharapkan segera melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur atau pusat layanan kesehatan masyarakat lainnya. Keterbukaan dan kejujuran diri sangatlah penting sehingga nantinya akan mudah mendeteksi orang-orang yang pernah berinteraksi dengan orang yang terkonfirmasi Positif COVID-19.

“Dan satu hal yang terpenting adalah bagaimana perlakuan kita terhadap orang yang terpapar Virus COVID-19, tentunya kita harus memberikan dukungan moril dan tidak menciptakan stigma negatif terhadap siapa saja yang pernah terkonfirmasi Positif COVID-19. Pola pikir yang positif juga akan ikut membangun imunitas tubuh,” tandasnya. (*/)

Editor: Sue