14 Tahun Pengabdian Sadikem bagi Petani Akhirnya Berbuah Manis

by -
14 Tahun Pengabdian Santikam bagi Petani Akhirnya Berbuah Manis (2)
Santikam saat menandatangani kontrak kerja. Foto: Doc. Diskominfo Beltim.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Sadikem merupakan satu-satunya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Belitung Timur yang dikontrak hanya 4 tahun. Hal ini lantaran usianya sudah menginjak 53 tahun dan pendidikannya lulusan diploma 3.

Meski begitu, warga Desa Renggiang Kecamatan Simpang Renggiang ini tetap bersyukur. Pengabdiannya selama 14 tahun sebagai penyuluh pertanian diganjar dengan menjadi P3K.

“Alhamdulillah bersyukur kepada Allah, gak masalah bukan PNS. Semua ini berawal dari perjuangan dan pengabdian untuk petani di sawah dan di kebun,” ucap Sadikem kepada media seusai menerima SK Pengangkatan P3K di Ruang Rapat Bupati Beltim, Jum’at (19/2/2021).

Dengan adanya perubahan status kepegawaian ini kesejahteraan wanita kelahiran Karang Anyar Jawa Tengah akan lebih meningkat. Hal itu pun membuatnya jadi lebih bersemangat lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya para petani.

“Beda memang pendapatannya saat menjadi pegawai kontrak, kalau dulu kan dari Kementerian. Kita masuk angkatan pertama sejak 2007 kerjanya. Insya Allah kinerja akan meningkat, lebih semangat,” ujarnya.

Sementara itu Plh Bupati Beltim Ikhwan Fahrozi berpesan agar seluruh pegawai P3K yang baru diangkat dapat terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Mereka dihimbau agar senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.

“Bekerjalah maksimal dan berpikir out of the box. Karena rasa syukur atas sebuah amanah berupa jabatan harus diwujudkan dengan tindakan nyata, rasa ikhlas dan sabar dalam pengabdian,” kata Ikhwan.

Ikhwan juga mengingatkan bahwa khusus untuk P3K setiap satu tahun sebelum masa kontrak berakhir akan dilakukan evaluasi. Evaluasi itu dilaksanakan oleh masing-masing OPD untuk memperpanjang atau mengakhiri kontrak.

“Kalau dalam kontrak ini, bapak ibu tidak pernah masuk, tidak pernah bekerja dan lain sebagainya terkait dengan tugas yang diembankan oleh Kepala Dinasnya masing-masing, tentu akan dibahas, dievaluasi oleh tim apakah perlu diperpanjang atau tidak,” ujarnya. (*/)